Penguatan Rupiah Melalui Reformasi Struktural ala BJ Habibie
Mis Fransiska Dewi
19 May 2026 17:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menyarankan pemerintah untuk segera melakukan reformasi institusi ekonomi politik berkelanjutan melalui penguatan untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Diketahui, rupiah terus melemah dalam beberapa bulan terakhir dan menyentuh titik terlemah sepanjang masa yaitu Rp17.733/US$ pada 13.54 WIB pada Selasa (19/5/2026). Sepertinya tekanan terhadap mata uang Garuda belum benar-benar surut, meski BI terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi.
Ekonom senior Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini berpandangan persoalan nilai tukar rupiah saat ini dan arus modal keluar meningkat, adalah masalah kepercayaan atau trust. Mestinya signal negatif harus dihindari dan signal positif harus dibangun secara bertahap untuk memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi RI.
Menurutnya, aspek kepercayaan ini memegang peranan penting lantaran para menteri Kabinet Merah Putih perlu memberikan signal yang positif terhadap pasar. Membangun trust merupakan fondasi, sehingga harus diikuti dengan reformasi institusi secara berkesinambungan.
“Inilah yang dilakukan Presiden BJ Habibie, reformasi institusi ekonomi politik berkelanjutan melalui dari independensi BI, UU persaingan usaha, restrukturisasi perbankan, reformasi politik, desentralisasi, dan pemilu demokratis,” kata Didik dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).





























