Logo Bloomberg Technoz

Pengusaha IT Respons Rupiah Jeblok: Harga Laptop Perlahan Naik

Merinda Faradianti
19 May 2026 16:20

Ilustrasi pasar perangkat teknologi masih dominan didapat dari impor.. (Bloomberg)
Ilustrasi pasar perangkat teknologi masih dominan didapat dari impor.. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaAsosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) mengakui bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai memberi tekanan baru terhadap industri teknologi informasi di Indonesia.

Para pelaku usaha kemudian memperkirakan harga perangkat seperti laptop, server, storage, hingga perangkat jaringan akan kembali mengalami kenaikan bertahap jika nilai tukar terus melemah.

Sekretaris Jenderal APTIKNAS, Fanky Christian mengatakan tekanan kurs saat ini berpotensi mengganggu stabilitas harga perangkat teknologi yang sebelumnya mulai membaik setelah krisis chip global mereda.


“Ya, potensi kenaikan harga tetap ada. Memang setelah krisis chip global mereda, supply chain industri teknologi mulai kembali normal dan harga perangkat sempat lebih stabil. Namun tekanan nilai tukar saat ini berpotensi mengurangi stabilitas tersebut,” kata Fanky saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (19/5/2026).

Fanky menambahkan bahwa produk-produk teknologi premium dan enterprise, seperti perangkat penyimpanan, jaringan, laptop, menjadi kategori yang paling sensitif terhadap fluktuasi dolar AS karena sebagian besar masih bergantung pada impor komponen maupun barang jadi.