Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup di Atas Rp17.700/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 May 2026 15:34

Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah terus melemah satu hari menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Pergerakan rupiah hari ini sempat menyentuh titik terlemah sepanjang masa yaitu Rp17.733/US$ pada 13:54 WIB. 

Pada penutupan sore ini, Selasa (19/5/2026), rupiah melemah 0,28% di Rp17.705/US$. Sepertinya tekanan terhadap mata uang Garuda belum benar-benar surut, meski BI terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi. 

Rupiah dalam perdagangan Selasa (19/5/2026), ditutup melemah 0,28% ke Rp17.705/US$. (Bloomberg)

Tekanan eksternal yang datang dari kenaikan harga minyak mentah dunia dan ketidakpastian geopolitik juga turut menekan sejumlah mata uang Asia. 


Hampir semua mata uang kawasan melemah, dengan won Korea Selatan yang memimpin di zona merah. Disusul dolar Taiwan, dan rupiah.

Hanya baht Thailand yang mampu bersikap defensif dengan penguatan terbatas 0,08%. 

Pergerakan mata uang Asia pada Selasa (19/5/2026). (Bloomberg)