Rupiah Masih Dalam Tekanan, Sikap Hawkish BI Ditunggu Pasar
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 May 2026 08:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di luar negeri telah diperdagangkan di rentang Rp17.700/US$ hingga Rp17.734/US$ di tengah kenaikan harga minyak dunia dan sejumlah sentimen domestik yang membayangi pergerakan mata uang Garuda.
Pagi ini (19/5/2026) rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) kembali melemah. Sempat dibuka stagnan di posisi penutupan kemarin Rp17.688/US$, rupiah offshore lalu tergerus 0,12% ke level Rp17.710/US$.
Indeks dolar AS masih bertahan di level 99,03 dan harga minyak mentah jenis Brent masih berada di level US$109,41 per barel. Namun, harga minyak sedikit mereda dengan penurunan 2,4% setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya menunda serangan terhadap Iran setelah ada permintaan dari para pemimpin negara-negara sekutu di Teluk Persia yang meminta lebih banyak waktu untuk mengejar solusi diplomatik.
Trump mengklaim bahwa Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan beberapa negara lain memintanya menunda serangan selama beberapa hari karena mereka menilai kesepakatan dengan Iran sudah sangat dekat tercapai.
Optimisme meredanya perang ini membaca secercah harapan bagi Asia. Mata uang kawasan seperti baht Thailand dan ringgit Malaysia mampu rebound dengan penguatan masing-masing 0,22% dan 0,1%.































