"Lanskap kebijakan keamanan di Eropa dan secara global telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir," jelas kementerian luar negeri Norwegia dalam emailnya. "Oleh karena itu, dari waktu ke waktu, pemerintah terus berupaya memperketat kontrol terhadap teknologi pertahanan yang dikembangkan di Norwegia."
Meskipun kesepakatan ini sebenarnya telah ditandatangani sejak tahun 2011, unit kapal LCS pertama dijadwalkan baru akan dikirim pada akhir tahun ini. Biaya proyek tersebut juga tercatat membengkak menjadi 11,2 miliar ringgit (sekitar Rp49 triliun) dari anggaran awal sebesar 9 miliar ringgit, padahal jumlah pesanan kapal justru telah dipangkas dari enam unit menjadi lima unit.
Kabar mengenai pembatalan sepihak ini sebelumnya telah dilaporkan pertama kali oleh media lokal Malaysia, New Straits Times.
(bbn)


























