Inflasi terburuk di AS dalam beberapa tahun terakhir kembali memangkas daya beli masyarakat Amerika, di tengah kenaikan harga bensin dan bahan pangan yang mengancam belanja rumah tangga. Data yang dirilis awal pekan ini menunjukkan perang Iran kembali memicu inflasi dan semakin membebani konsumen yang sebelumnya sudah frustrasi dengan tingginya biaya hidup. Setelah disesuaikan dengan inflasi, upah masyarakat turun pada April dibandingkan periode yang sama tahun lalu — penurunan pertama sejak 2023.
Mayoritas warga Amerika juga mengaku khawatir terhadap tingginya harga pada 2025, dan semakin banyak yang cemas terhadap kondisi pasar tenaga kerja, menurut survei tahunan Federal Reserve. Di tengah pertumbuhan lapangan kerja yang nyaris nol tahun lalu, sebanyak 42% orang dewasa menyebut mencari atau mempertahankan pekerjaan sebagai kekhawatiran kecil maupun besar, naik dari 37% pada 2024.
Eropa
Obligasi pemerintah Inggris anjlok setelah Wali Kota Manchester Andy Burnham membuka peluang untuk menantang Keir Starmer sebagai perdana menteri, memicu kekhawatiran ketidakstabilan politik yang dikhawatirkan investor dapat berujung pada kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Imbal hasil obligasi gilt 30 tahun — tenor yang paling sensitif terhadap risiko politik — melonjak hingga 20 basis poin menjadi 5,86%, level tertinggi sejak 1998.
Tingkat pengangguran Prancis secara tak terduga naik ke level tertinggi dalam lima tahun, menambah sinyal bahwa ekonomi terbesar kedua di zona euro itu sudah berada dalam kondisi lemah ketika perang Iran dimulai.
Inggris memulai tahun ini dengan lonjakan pertumbuhan ekonomi, dengan dunia usaha dan konsumen tampak masih bertahan pada minggu-minggu awal perang Iran. Namun, para ekonom memperingatkan bahwa pertumbuhan kini terancam oleh dampak konflik Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir serta potensi pergantian perdana menteri baru.
Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga dua kali tahun ini karena perang Iran mendorong inflasi lebih tinggi, menurut survei Bloomberg. Para ekonom memperkirakan kenaikan seperempat poin pada Juni dan September, sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap setidaknya dua kali kenaikan suku bunga tahun ini berdasarkan survei 4-7 Mei.
Asia
Di pasar saham Korea Selatan yang bernilai US$4,6 triliun, tanda-tanda euforia mulai terlihat di berbagai sektor. Tergoda lonjakan 200% dalam setahun terakhir yang jauh melampaui pasar lain di dunia, investor domestik meminjam dana dalam jumlah rekor untuk memperbesar taruhan di pasar saham.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun naik karena tingginya harga energi menambah tekanan inflasi. Tekanan kenaikan imbal hasil obligasi Jepang terus meningkat seiring harga minyak tetap tinggi setelah AS dan Iran saling menolak proposal untuk mengakhiri konflik, sehingga memperkecil peluang penyelesaian dalam waktu dekat.
Harga produsen di China tumbuh pada laju tercepat sejak pandemi empat tahun lalu karena dampak perang Iran meningkatkan biaya secara tajam dan menekan keuntungan perusahaan. Meski harga pangan turun, inflasi konsumen justru naik tak terduga menjadi 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui perkiraan analis yang memperkirakan perlambatan tipis.
India menaikkan tarif impor emas dan perak untuk mempertahankan nilai mata uangnya, di tengah upaya memperkuat cadangan devisa dan membatasi dampak perang di Timur Tengah.
Pasar Berkembang
Bagi Fidel Castro dan elite komunis Kuba, bisnis swasta dulu dianggap simbol kejahatan kapitalisme. Kini, ketika negara itu mulai kehabisan pangan dan bahan bakar, rezim berada di ambang krisis dan kemarahan publik meluas di jalanan, justru bisnis-bisnis swasta — yang dijalankan para kapitalis kecil yang dulu dianiaya — menjadi kunci untuk menyelamatkan sisa ekonomi Kuba.
Ekonomi Rusia menyusut pada kuartal pertama untuk pertama kalinya sejak awal 2023, menjadi pukulan bagi Presiden Vladimir Putin yang menginginkan pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut di tengah perang di Ukraina. Produk domestik bruto (PDB) turun 0,2% pada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data Badan Statistik Federal Rusia.
Dunia
Dampak krisis energi terhadap ekonomi global dalam beberapa bulan terakhir mulai terlihat pada indikator tekanan rantai pasok yang sebelumnya sempat melonjak saat pandemi, menambah alasan bagi bank sentral untuk mewaspadai kembalinya inflasi tinggi.
Zambia dan Angola menurunkan suku bunga, sementara Uganda, Peru, dan Rumania mempertahankan biaya pinjaman tetap tidak berubah.
(bbn)


























