
Arsalan Shahla, Magdalena Del Valle dan Alisa Odenheimer - Bloomberg News
Bloomberg, Lebanon mengalami hari pertempuran paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut menambah tekanan terhadap perundingan AS-Iran yang masih menemui jalan buntu, sementara Washington bersiap memberlakukan sanksi baru.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pada Minggu bahwa mereka menewaskan Abu Hassan Alaa, komandan senior Hizbullah, dalam serangan di Lebanon selatan sehari sebelumnya. Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan Israel tersebut, menjadikannya pertempuran paling mematikan sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada awal Juni.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Hizbullah yang melukai tiga tentara Israel pada Sabtu (15/8). Israel mengatakan pada Minggu (16/8) bahwa mereka akan kembali menyerang kelompok yang didukung Iran tersebut jika mendapat ancaman.
Pertempuran di tengah perang Iran berpotensi semakin memperumit perundingan antara Washington dan Teheran yang tampaknya masih buntu. Kedua pihak bersiap menghadapi berakhirnya masa berlaku kesepakatan gencatan senjata mereka pada Senin (17/8), tanpa adanya jalur yang jelas untuk mencapai kesepakatan mengenai Selat Hormuz. Pada saat yang sama, AS tengah menyiapkan rencana “isolasi ekonomi” terhadap Iran.




























