Harga Minyak Naik Seiring Meredupnya Prospek Perdamaian AS-Iran
News
18 August 2026 06:00

Yongchang Chin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah bergerak naik seiring meredupnya prospek penyelesaian perang AS-Iran, setelah Donald Trump menyatakan tidak berminat memperpanjang kesepakatan yang telah habis masa berlakunya dengan Teheran.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) merangkak naik mendekati US$85 per barel, setelah ditutup menguat 2,6% pada perdagangan Senin (17/8), sementara Brent berada tepat di bawah level US$91. Nota kesepahaman yang dirujuk oleh pemimpin AS tersebut ditandatangani pada Juni lalu dan secara teknis telah berakhir pada hari Senin. Kedua belah pihak masih memiliki perbedaan pandangan yang tajam terkait berbagai isu, termasuk mengenai Selat Hormuz.
Para pejabat lainnya memberi sinyal bahwa Washington tidak terburu-buru untuk mengakhiri konflik yang kini hampir memasuki akhir bulan keenam tersebut. Menteri Energi Chris Wright menyampaikan dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa AS sedang memainkan strategi jangka panjang terhadap Republik Islam Iran, sementara utusan Jared Kushner mengatakan bahwa Trump akan bersabar terkait kesepakatan tersebut.
Harga minyak mentah telah melonjak hampir 50% sepanjang tahun ini seiring berlarut-larutnya perang yang menghambat aliran energi dari Timur Tengah. Meski demikian, para produsen di Teluk Persia tampaknya semakin mahir dalam mengalirkan minyak melalui Selat Hormuz untuk menjangkau pelanggan global. Arab Saudi kini menawarkan kargo dari luar titik penyempitan tersebut, sebuah sinyal bahwa negara itu kemungkinan mengikuti langkah Uni Emirat Arab dalam mendistribusikan barel-barel minyaknya.





























