Logo Bloomberg Technoz

“Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival,” ujar Xi dalam sambutan pembukaannya. “Kita harus saling membantu untuk sukses dan makmur bersama serta menemukan cara yang tepat bagi negara-negara besar untuk hidup berdampingan di era baru.”

Kedua pemimpin bertemu di Great Hall of the People setelah seremoni penyambutan megah dalam kunjungan pertama presiden AS aktif ke China dalam hampir 10 tahun terakhir. Upacara itu mencakup pasukan kehormatan, prosesi resmi, serta puluhan anak-anak yang melambaikan bendera dan bersorak sebelum delegasi memasuki ruang pertemuan.

Trump memuji sambutan tersebut dan menyebut Xi sebagai “pemimpin besar.” Ia mengakui hubungan kedua negara penuh tantangan, namun tetap berharap masa depan yang “fantastis” bagi dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

“Hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” kata Trump.

Pertemuan selama dua hari itu akan menunjukkan apakah kedua negara mampu mempertahankan pelonggaran tensi yang sempat tercipta, di tengah komplikasi akibat perang AS-Israel melawan Iran, serta konsesi apa yang bersedia diberikan masing-masing pihak.

Trump juga menyoroti delegasi bisnis yang ikut dalam lawatannya, termasuk CEO Nvidia Corp. Jensen Huang dan CEO Tesla Inc. Elon Musk.

“Para pemimpin bisnis AS hadir hari ini untuk menunjukkan penghormatan kepada Anda dan China, dan mereka menantikan perdagangan serta bisnis yang sepenuhnya resiprokal,” ujar Trump.

Saat Xi dan Trump bertemu, CEO Apple Inc. Tim Cook memberikan gestur jempol kepada wartawan ketika ditanya mengenai jalannya pertemuan puncak tersebut.

Dalam seremoni penyambutan, Xi dan Trump berjalan bersama dan menyapa para pejabat tinggi China, dimulai dari Kepala Staf Xi, Cai Qi. Delegasi AS juga hadir, termasuk Duta Besar AS untuk China David Perdue, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Hubungan Washington dan Beijing relatif stabil sejak kedua pemimpin bertemu di Busan, Korea Selatan, Oktober lalu. Namun ketegangan tetap membayangi, termasuk terkait dominasi China dalam pasokan logam tanah jarang serta pembatasan ekspor AS yang menghambat akses perusahaan China terhadap chip teknologi mutakhir.

Sebelum pertemuan berlangsung, Rubio menyebut hubungan dengan China sebagai “tantangan politik geopolitik terbesar” sekaligus hubungan paling penting yang harus dikelola AS.

“Ini negara besar dan kuat. China akan terus tumbuh, namun akan ada kepentingan kami yang berbenturan dengan kepentingan mereka,” kata Rubio dalam wawancara dengan Fox News.

Meski hasil spesifik perundingan kemungkinan baru akan terlihat setelah pertemuan selesai, agenda pembahasan diperkirakan mencakup perdagangan, tarif, Taiwan, dan Iran. Trump mengatakan prioritas utamanya adalah meminta Xi melonggarkan hambatan perdagangan.

“Saya akan meminta Presiden Xi, seorang pemimpin dengan reputasi luar biasa, untuk ‘membuka’ China sehingga orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kemampuan mereka dan membantu membawa Republik Rakyat China ke level yang lebih tinggi,” tulis Trump dalam unggahan media sosial.

AS dan China juga dikabarkan tengah mempertimbangkan kerangka kerja yang memungkinkan kedua negara mengidentifikasi barang senilai sekitar US$30 miliar yang tarifnya dapat dilonggarkan tanpa mengancam kepentingan keamanan nasional, menurut laporan Reuters yang mengutip empat sumber anonim yang memahami tujuan pemerintahan Trump. Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Rubio juga mengindikasikan AS akan mendorong China membantu mengakhiri perang di Iran, di tengah negosiasi perdamaian yang masih menemui hambatan.

“Kami berharap dapat meyakinkan mereka agar memainkan peran lebih aktif untuk membuat Iran menghentikan apa yang mereka lakukan saat ini di Teluk Persia,” ujar Rubio.

Ia menambahkan penyelesaian konflik itu sejalan dengan kepentingan China mengingat tingginya ketergantungan energi Asia terhadap kawasan Timur Tengah, risiko kapal China tetap menjadi target serangan, serta potensi tekanan lebih lanjut terhadap ekonomi global.

Xi dan Trump tercatat telah bertemu sedikitnya enam kali dalam satu dekade terakhir, umumnya di sela-sela forum multilateral besar, meski keduanya juga pernah saling mengunjungi negara masing-masing.

Selama berada di Beijing, Trump dijadwalkan menghadiri jamuan kenegaraan bersama Xi pada Kamis malam. Pada Jumat, keduanya kembali bertemu untuk sesi foto, dilanjutkan pertemuan minum teh dan makan siang sebelum Trump meninggalkan Beijing pada sore harinya.

(bbn)

No more pages