Untuk diketahui, Sam Altman, CEO OpenAI, ber saksi pada hari-hari terakhir persidangan yang menjadi sorotan publik tersebut.
Elon Musk menuduh Sam Altman dan presiden perusahaan Greg Brockman berusaha memperkaya diri dengan mengabaikan misi organisasi nirlaba tersebut dan mengubahnya menjadi berorientasi bisnis dengan menerima investasi miliaran dolar AS dari Microsoft Corp.
Elon Musk sebelumnya bersaksi bahwa ia mulai kehilangan kepercayaan terhadap Sam Altman dan Greg Brockman selama negosiasi tahun 2017 terkait masa depan OpenAI.
Saat itu, dirinya merupakan investor terbesar OpenAI, dan berpendapat bahwa kepemilikan sahamnya dalam usaha komersial tersebut seharusnya mencerminkan hal itu.
Elon Musk bersaksi bahwa ia memberikan sekitar US$38 juta kepada OpenAI dalam bentuk sumbangan triwulanan dan pembayaran sewa ruang kantor—jauh lebih sedikit daripada US$1 miliar yang semula ia janjikan.
Sam Altman membuka fakta kepada para juri pada hari Selasa bahwa ia menyumbang US$3,75 juta kepada OpenAI sebagai organisasi nirlaba saat pertama kali didirikan, dan kemudian memberikan “beberapa kali lipat dari jumlah itu” dalam bentuk kepemilikan saham yang dimilikinya kepada para karyawan pada masa-masa awal perusahaan.
Sam Altman sudah berulang kali mengatakan bahwa saat ini ia tidak memiliki kepemilikan saham langsung di OpenAI, tapi secara tidak langsung melalui Y Combinator. Nama terakhir merupakan inkubator startup yang ia pimpin saat mendirikan OpenAI bersama-sama.
Sam Altman mengatakan ia dan para pendiri lainnya menghabiskan waktu dan usaha perilisan OpenAI, dan ia merasa frustrasi karena upaya tersebut tidak tercermin dalam usulan Elon Musk mengenai pembagian saham di usaha komersial tersebut.
“Memang benar Elon menawarkan untuk menyuntikkan dana besar, dan Elon, seperti yang Anda tahu, memiliki nilai yang sangat tinggi, Akan tetapi saya benar-benar ingin membela Greg dan Ilya,” kata Altman, merujuk pada salah satu pendiri OpenAI, Ilya Sutskever, yang kemudian menjabat sebagai chief scientist selama beberapa tahun.
“Salah satu hal paling istimewa terkait OpenAI adalah kami memiliki semangat tim dan kerja sama tim yang luar biasa, dan saya ingat dalam percakapan-percakapan itu, saya merasa bahwa Elon benar-benar tidak memahami hal itu dan tidak menghargainya,” kata Altman kepada para juri.
Elon Musk keluar dari dewan direksi OpenAI pada 2018, dan berhenti membayar sewa ruang kantornya pada 2020. Sam Altman mengatakan kepergian Elon Musk berdampak “naik-turun” pada OpenAI dan menimbulkan pertanyaan terkait kemampuan penggalangan dana perusahaan tanpa kehadirannya.
“Ada pertanyaan tentang apa artinya ini bagi pendanaan kami dan apa yang akan terjadi dengan upaya kompetitif Elon Musk,” kata Altman. “Elon Musk adalah figur terkenal yang dikenal cukup temperamental, dan orang-orang bertanya-tanya apakah dia akan membalas dendam pada kami atau semacamnya.”
Sam Altman mengatakan ia tetap “bersyukur” kepada Elon Musk atas kontribusinya dan bimbingannya pada masa-masa awal OpenAI. Ia juga mengakui bahwa Elon Musk adalah “kontributor yang sangat penting.”
“Dia adalah seseorang yang saya hormati sekali. Saya juga berharap dia menghentikan apa yang dia lakukan di sini — yang, menurut saya, adalah rasa iri — seiring kami semakin sukses, dan mencoba menindas kami saat dia memulai pesaing,” kata Altman.
Pengacara Musk, Steven Molo, mengalihkan pertanyaan ke masalah integritas Sam Altman — dan apakah ia memiliki riwayat bersikap “menipu” dalam urusan bisnis.
Perwakilan Elon Musk telah menghabiskan banyak waktu untuk meninjau kembali pemecatan singkat Altman sebagai CEO OpenAI pada tahun 2023 bersama saksi-saksi lain, termasuk mantan anggota dewan direksi yang bersaksi bahwa ia dicopot dari jabatannya karena “pola perilaku yang berkaitan dengan kejujuran, keterbukaan, dan penolakannya terhadap pengawasan dewan direksi.”
“Apakah Anda sepenuhnya dapat dipercaya?” tanya Molo kepada Altman dalam pertanyaan pertamanya pada pemeriksaan silang.
“Saya yakin begitu,” jawab Sam Altman.
Molo lalu bertanya apakah juri harus mempercayainya. “Anda telah disebut penipu dan pembohong oleh orang-orang yang pernah berbisnis dengan Anda, bukan?” kata Molo.
“Saya pernah mendengar orang-orang mengatakan itu,” kata Sam Altman.
Baca Juga: Profesor Stanford Ungkap Masa Depan ChatGPT
Taruhan dalam persidangan ini sangat besar bagi OpenAI dan Altman. Sam Musk menuntut ganti rugi puluhan miliar dolar, serta pembatalan konversi OpenAI menjadi perusahaan nirlaba yang diselesaikan pada Oktober lalu. Ia juga mendesak agar Altman dan Brockman dicopot dari jabatan kepemimpinan mereka.
OpenAI berargumen bahwa gugatan Musk pada dasarnya merupakan upaya untuk melemahkan pesaing utama perusahaannya sendiri, xAI.
Sepanjang persidangan, kesaksian para saksi berulang kali berfokus pada gaya kepemimpinan dan kredibilitas Musk dan Altman, di mana keduanya menjadi sasaran kritik.
Dalam kesaksian videonya, mantan CTO OpenAI, Mira Murati, mengingat bagaimana Musk “menimbulkan kekacauan” di antara para bos eksekutif perusahaan. Ia juga mengatakan bahwa Sam Altman “melemahkan” posisinya dan tidak selalu jujur.
Sutskever mengatakan bahwa ia telah memikirkan kekhawatiran terkait kepemimpinan Sam Altman selama sekitar satu tahun sebelum ia dan anggota dewan direksi lainnya memecat Sam Altman sebagai CEO pada tahun 2023.
Sam Altman kembali lima hari kemudian setelah para karyawan melakukan protes.
Kesaksian Sam Altman juga menandai puncak ketegangan bertahun-tahun antara dua miliarder teknologi yang awalnya bersatu karena visi bersama dalam pengembangan AI sebelum berselisih mengenai arah perusahaan.
Elon Musk tidak segan-segan dalam kritiknya terhadap Altman, menyerang tidak hanya kepemimpinannya di perusahaan tetapi juga karakternya. Musk menyebut Altman sebagai “pembohong” dan “penipu.”
Setelah Musk mengajukan tawaran senilai US$97 miliar untuk mengendalikan OpenAI tahun lalu, retorika Sam Altman menjadi kurang terukur. CEO OpenAI itu menyarankan bahwa Musk hanya berusaha memperlambat pesaing dan mengatakan dia tidak berpikir Musk adalah “orang yang bahagia.” Altman menambahkan: “Mungkin seluruh hidupnya didasari rasa tidak aman — saya kasihan padanya.”
(bbn)






























