Perubahan tersebut juga berpotensi memicu passive outflow dan meningkatkan volatilitas jangka pendek, terutama pada saham-saham yang dikeluarkan, seiring penyesuaian portofolio investor institusi global berbasis MSCI.
“Dengan country weight Indonesia sekitar 0,72%, rebalancing kali ini dapat mendorong potensi outflow sekitar Rp28-31 triliun,” lanjut riset tersebut.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova yang menyebut bahwa IHSG hampir mencapai target normal dari wave v di level 6.727, dengan potensi rebound selama level penutupan mingguan tetap di atas angka tersebut.
Ivan menyebut, ekstensi pelemahan harian hingga 6.640-6.650 diperkirakan masih dalam taraf yang wajar sebagai kemungkinan adanya overshoot. Meskipun demikian, ada potensi terbentuknya skenario alternatif, di mana koreksi bisa mengalami ekstensi sedikit di bawah 6.400.
“Level support IHSG berada di 6.727, 6.587 dan 6.363. Sementara level resistennya di 7.037, 7.268 dan 7.403,” kata Ivan dalam risetnya.
(dhf)






























