Logo Bloomberg Technoz

Rencana pungutan dari sektor tambang itu belakangan menekan kinerja saham emiten tambang mineral logam di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kinerja indeks IDXBASIC yang menghimpun saham sektor komoditas dasar anjlok 13% secara year-to-date.

Malahan, saham AMMN susut 37,74% sejak awal tahun ke level Rp3.990 per saham pada perdagangan hari ini, Selasa (12/11/2026), pukul 13.32 WIB. Adapun, saham TINS melorot 6,56% dalam 3 bulan terakhir ke level Rp3.560 per saham.

Fundamental Analyst dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Abida Massi Armand menilai koreksi harga saham tambang mineral itu sebagai hal yang wajar.

Abida beralasan kenaikan pungutan untuk bagian negara bakal makin menekan margin perusahaan tambang di tengah kenaikan ongkos produksi saat ini.

“Artinya, setiap kenaikan harga komoditas tidak lagi sepenuhnya dinikmati emiten, sehingga wajar saham tambang terkoreksi serentak Jumat lalu,” kata Abida kepada Bloomberg Technoz, Senin (11/05/2026).

Di sisi lain, Abida menambahkan, TINS bakal menjadi emiten paling rentan terhadap rencana pemerintah mengerek besaran royalti nantinya.

“TINS paling rentan karena tambahan beban royalti diestimasi mencapai Rp2,3 triliun di FY26F, dimana sebagian akan mulai terasa di kuartal kedua,” tambahnya.

Kendati demikian, pemerintah belakangan memutuskan untuk menunda rencana kenaikan royalti mineral tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penundaan itu diambil setelah mendengar tanggapan dari pelaku usaha.

“Ketika ada tanggapan yang mungkin kurang pas atau tidak, harus kita membangun formulasi baru,” kata Bahlil kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Bloomberg Technoz menyusun tabel berisikan realisasi pembayaran royalti sepanjang 2025 dan kuartal I-2026 dari sejumlah emiten mineral logam di BEI.

Setoran royalti kompak mengalami kenaikan seiring dengan penguatan harga mineral logam di pasar global sejak tahun lalu.

Tabel Setoran Royalti Emiten Tambang Mineral Logam di BEI

A. Emiten dengan Pelaporan dalam Rupiah

Emiten

Satuan

FY2024

FY2025

Perubahan YoY FY

Q1 2025

Q1 2026

Perubahan YoY Q1

PT Timah Tbk

Jutaan rupiah

386.154

785.743

+103,5%

64.227

567.994

+784,1%

PT Aneka Tambang Tbk

Jutaan rupiah

839.766

2.037.649

+142,6%

356.354

664.144

+86,4%

PT United Tractors Tbk

Jutaan rupiah

3.931.750

4.516.816

+14,9%

995.787

1.015.324

+2,0%

B. Emiten dengan Pelaporan dalam Dolar AS (USD)

Emiten

Satuan

FY2024

FY2025

Perubahan YoY FY

Q1 2025

Q1 2026

Perubahan YoY Q1

PT Amman Mineral Internasional Tbk

Ribuan USD

211.137

219.283

+3,9%

9.756

90.269

+825,2%

PT Bumi Resources Minerals Tbk

USD

16.058.624

34.367.555

+114,0%

6.231.581

10.818.071

+73,6%

PT Vale Indonesia Tbk

Ribuan USD

19.449

42.351

+117,8%

4.246

15.400

+262,8%

PT Merdeka Copper Gold Tbk

USD

60.463.965

113.741.699

+88,1%

PT Merdeka Battery Materials Tbk

USD

32.093.006

52.730.521

+64,3%

PT J Resources Asia Pasifik Tbk

USD

23.921.716

41.352.664

+72,9%

PT Archi Indonesia Tbk

USD

23.333.891

65.137.778

+179,1%

5.700.040

18.349.474

+221,9%

Catatan: PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Merdeka Battery Materials Tbk dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk belum menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2026.

(naw)

No more pages