Logo Bloomberg Technoz

Namun, indeks saham pasar emerging di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika turun 0,8%, menandakan sentimen pasar cenderung bearish di luar saham-saham kecerdasan buatan (AI) dan mempertegas kekhawatiran bahwa saham-saham teknologi terlalu mahal dan rentan terhadap koreksi.

“Kami berpendapat bahwa pasar sedikit terlalu tinggi, dari segi valuasi. Jika terjadi gangguan pada pasokan chip akibat kekurangan bahan baku, hal itu akan berdampak pada sektor ini,” kata Lorraine Tan, direktur riset ekuitas di Morningstar Asia Ltd., kepada Bloomberg Television

Sementara itu, indeks mata uang MSCI di Emerging market turun 0,1% setelah penolakan Presiden AS Donald Trump atas usulan perdamaian Iran, membuat risiko geopolitik tetap mengemuka, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai aset safe-haven. 

Hampir seluruh mata uang negara berkembang melemah, dipimpin oleh peso Filipina, rupee India, dan baht Thailand. 

Tren teknologi dan pengembangan robot di era AI. dok: Bloomberg

Namun, para analis JPMorgan mengatakan saham-saham pasar emerging market kemungkinan akan mengalami reli yang signifikan lagi pada paruh kedua tahun ini, sehingga mereka tetap lebih memilih kelompok ini daripada rekan-rekan di pasar negara maju. 

Para analis yang dipimpin oleh Mislav Matejka mengatakan tren perdagangan AI terus berlanjut, dan saham-saham pasar emerging market lebih murah serta menawarkan potensi kenaikan yang lebih besar.

Obligasi dolar Ukraina melonjak, memimpin rekan-rekan pasar emerging market lainnya, karena gencatan senjata meningkatkan harapan bahwa perang negara tersebut dengan Rusia akan berakhir.

(bbn)

No more pages