Pengembangan blok gas ini ditaksir menelan investasi hingga US$3,37 miliar atau setara sekitar Rp52,5 triliun.
Supriyanti mengatakan akuisisi itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat portofolio usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Pengumuman akuisisi itu mengonfirmasi pemberitaan Bloomberg Technoz tahun lalu soal rencana emiten migas afiliasi Happy Hapsoro masuk di proyek ladang gas Papua tersebut.
Bahkan, menurut sumber Bloomberg Technoz, afiliasi Happy Hapsoro mengincar 25% hak partisipasi pada blok kaya gas tersebut.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya merevisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD)-nya pada Februari 2023.
Revisi PoD itu mengubah identifikasi awal cadangan gas dari PoD sebelumnya sebesar 1.735 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) menjadi 2.244,45 BSCF. Lalu, potensi cadangan kondensat naik menjadi 5,4 MMSTB
Akuisisi LNG
Di sisi lain, induk RATU PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengambilalih 5% saham PT Layar Nusantara Gas (PT LNG) dengan transaksi mencapai US$38,57 juta.
RAJA telah melakukan pembayaran deposit kepada Genting Berhad pada 8 Mei 2026 ihwal akuisisi tersebut.
PT LNG merupakan perusahaan pengembang fasilitas midstream dan kapal apung LNG pertama di Indonesia. PT LNG nantinya juga akan mengangkut sebagian LNG dari Blok Kasuri.
“Perseroan optimis bahwa inisiatif ini akan memperluas portofolio bisnis, meningkatkan daya saing, serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Sekretaris Perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani.
(naw)



























