Dia menilai, beberapa orang tersebut kemungkinan membawa masuk kelompok tersebut yang telah terusir dari markas lamanya. Hal ini juga yang bisa menjadi penjelasan kenapa sindikat judol di Hayam Wuruk berisi WNA dari negara-negara yang selama ini memang terlibat dalam tindak pidana tersebut.
"[pengaruh] Veteran-veteran dari Kamboja itu," kata Untung.
Meski demikian, menurut dia, sindikat internasional ini juga memiliki beberapa target lokasi operasional baru. Dia menilai, kelompok kejahatan judol masih melirik Filipina sebagai negara yang strategis untuk melanjutkan operasional kejahatannya.
Di Asia Tenggara, Interpol juga mendeteksi adanya tanda kegiatan sindikat internasional yang memulai aktivitasnya di wilayah Timor Leste.
Selain itu, mereka juga membidik sejumlah negara strategis lain di luar Asia Tenggara. Beberapa di antaranya adalah Arab Saudi, Dubai, dan Afrika Selatan.
(dov/frg)



























