Bentrokan terbaru ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan, tepat saat AS tengah berupaya keluar dari perang yang kini memasuki bulan ketiga. Pemerintahan Trump saat ini masih menunggu respons Iran terhadap proposal pembukaan kembali Selat Hormuz guna mengakhiri perang yang telah menelan ribuan korban jiwa dan memicu krisis energi global.
Hingga kini, para pemimpin Iran belum memberikan indikasi apakah mereka akan menerima ketentuan kesepakatan tersebut. Sebelumnya, Teheran menunjukkan sedikit tanda-tanda akan menyerah pada program nuklir mereka atau menerima moratorium pengayaan uranium—yang keduanya merupakan tuntutan utama AS.
Kondisi ini sempat membuat bursa saham jatuh dan harga minyak bergejolak pada Kamis pagi, dipicu keraguan pasar bahwa kesepakatan damai dapat dicapai dan jalur vital Selat Hormuz bisa dibuka kembali.
Dalam upaya meredakan krisis, Donald Trump sempat mengumumkan "Project Freedom," sebuah inisiatif untuk membantu navigasi kapal melewati selat tersebut, sebelum akhirnya menangguhkannya secara mendadak. Wall Street Journal melaporkan bahwa Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan regional bagi militer AS. Langkah ini memberikan peluang bagi pemerintahan Trump untuk memulai kembali upaya pengamanan lalu lintas di selat tersebut.
Terkait laporan ini, pejabat Centcom menolak berspekulasi mengenai operasi di masa depan, termasuk kemungkinan dimulainya kembali "Project Freedom." Kedutaan Besar Kuwait dan Arab Saudi juga belum memberikan komentar.
Washington dilaporkan telah menyampaikan nota singkat kepada Iran yang berisi poin-poin pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi pembicaraan selama satu bulan ke depan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu.
Iran diperkirakan akan menyampaikan respons melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam dua hari ke depan, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut pada Rabu. Kantor berita semi-pemerintah Iran, ISNA, menyebut laporan terkait rincian proposal tersebut hanya “spekulasi media dan upaya membangun opini,” seraya menegaskan bahwa isu pengayaan uranium tidak termasuk dalam pembahasan saat ini.
Trump sendiri menghadapi tekanan domestik dan internasional yang semakin besar untuk segera mengakhiri konflik. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan publik AS terhadap perang tersebut, enam bulan menjelang pemilu paruh waktu yang diperkirakan akan banyak dipengaruhi isu biaya energi. Harga bensin di AS bahkan menembus US$4,50 per galon untuk pertama kalinya sejak Juli 2022, menurut data American Automobile Association.
Tekanan untuk segera mencapai penyelesaian juga meningkat karena Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada 14-15 Mei di Beijing. Pertemuan puncak tersebut sebelumnya sempat dijadwalkan ulang akibat perang yang memicu krisis energi global dan berdampak besar pada negara-negara pengimpor minyak Teluk, termasuk China.
Trump pada Rabu mengatakan AS akan “mengambil” cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi milik Iran sebagai bagian dari kesepakatan, meski belum ada indikasi Teheran bersedia memenuhi tuntutan tersebut.
Isu lain yang masih menjadi hambatan adalah pembatasan program rudal balistik Iran serta dukungannya terhadap kelompok sekutu seperti Hizbullah di Lebanon. Israel mengklaim telah menewaskan seorang komandan Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, yang menjadi serangan pertama ke ibu kota Lebanon sejak gencatan senjata diberlakukan bulan lalu.
Isu-isu tersebut menjadi prioritas bagi Israel, yang mengambil sikap hati-hati terhadap dorongan terbaru AS untuk mengakhiri kampanye militer terhadap Iran. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan kepada Army Radio pada Kamis bahwa “kita perlu menunggu dan tidak terburu-buru membuat deklarasi maupun headline” terkait potensi kesepakatan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan Israel berada dalam koordinasi erat dengan AS terkait upaya perdamaian dan memastikan “tidak ada kejutan” dalam proses tersebut.
(bbn)




























