Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Tumbuh 5,61% Q1-2026, Masih Ditopang Konsumsi & Investasi

Mis Fransiska Dewi
05 May 2026 12:48

Ekonomi Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ekonomi Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi langsung. Komponen belanja pemerintah mengalami pertumbuhan kinerja tertinggi, namun kontribusinya terhadap ekonomi masih minim. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibanding kuartal I-2025 yang saat itu tercatat 4,87% (yoy). Kendati demikian, kinerjanya mengalami kontraksi 0,77% secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-t-q) dibanding kuartal IV-2025.

Berdasarkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut pengeluaran, komponen yang berkontribusi terbesar adalah konsumsi rumah tangga, yakni tumbuh 5,52% dan memberi kontribusi mencapai 54,36% terhadap pertumbuhan ekonomi.


Kemudian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau biasa disebut investasi langsung tumbuh 5,96% dan memberi kontribusi 28,29% terhadap PDB.

"Ekspor tumbuh 0,9% dan berkontribusi 21,22% terhadap PDB. Kemudian, konsumsi pemerintah tumbuh tinggi 21,81%, namun hanya berkontribusi 6,71% terhadap PDB," ujar Amalia dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).