Optimisme Damai AS-Iran Bawa Bursa Asia Ikuti Rekor Wall Street
News
07 May 2026 06:30

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026), mengikuti jejak rekor tertinggi Wall Street. Optimisme pasar melonjak seiring menguatnya indikasi bahwa AS dan Iran semakin dekat dengan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang selama ini mengguncang pasar global dan memperkeruh prospek ekonomi.
Indeks berjangka untuk Hong Kong, Australia, dan Korea Selatan terpantau naik, begitu pula dengan indeks acuan Jepang seiring dibukanya kembali pasar setelah libur nasional. Di sisi lain, kontrak ekuitas AS tidak banyak berubah setelah indeks S&P 500 melonjak 1,5% dan Nasdaq 100 naik 2,1% pada Rabu kemarin. Kedua indeks tersebut mencetak rekor baru yang mencerminkan selera risiko yang sehat.
Harga emas melambung sementara dolar AS jatuh ke level sebelum perang meletus. Penurunan harga komoditas energi berhasil meredakan kekhawatiran inflasi, yang memicu berkurangnya spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) serta memicu reli pada obligasi AS dan global.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis pada pembukaan Kamis setelah sempat anjlok lebih dari 7% pada sesi sebelumnya. Minyak mentah acuan Brent merosot hampir 8% pada Rabu, sementara harga gas alam Eropa turun hingga 14%.




























