Logo Bloomberg Technoz

Kala IHSG Menguat, Investor Asing Masih di Posisi Jual

Muhammad Julian Fadli
07 May 2026 08:25

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Rabu 6 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dengan menguat 35,36 poin (0,5%) di posisi 7.092.

Berseberangan jauh dengan laju IHSG, investor asing masih gencar melangsungkan jual bersih (net sell) Rp484 miliar pada perdagangan saham pasar reguler. Sama halnya, pada seluruh pasar investor asing net sell Rp482 miliar.

Adapun investor asing net sell terbesar pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp188,91 miliar. Bertentangan tekanan jual, saham BMRI tetap berhasil menguat 0,45% di posisi Rp4.510/saham.


Berikut 10 saham dengan angka net sell paling masif oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin, Rabu (6/5/2026):

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp188,91 miliar
  2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp121,55 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp90,45 miliar
  4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp78,78 miliar
  5. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp74,3 miliar
  6. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp51,62 miliar
  7. PT Astra International Tbk (ASII) Rp41,79 miliar
  8. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp41,42 miliar
  9. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp40,78 miliar
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp39,83 miliar

Sementara itu, investor asing net buy terbesar pada saham PT Timah Tbk (TINS) mencapai Rp86,92 miliar. Terdorong tren pembelian, saham TINS menguat 5,42% hingga ditutup di posisi Rp3.890/saham.