Prabowo Cibir Tambang Nakal: Dibantu Kredit, Hasil Dibawa Keluar
Dovana Hasiana
29 April 2026 14:50

Bloomberg Technoz, Cilacap – Presiden Prabowo Subianto menyinggung pelaku usaha tambang yang tidak memberikan manfaat bagi Indonesia. Dia mengatakan penambang tersebut sebenarnya sudah mendapatkan banyak keuntungan dari pemerintah.
Misalnya, penambang sudah menguasai sumber daya alam, mendapatkan konsesi tambang, bahkan memanfaatkan fasilitas kredit dari bank pemerintah atau yang biasa dikenal himpunan bank negara (Himbara). Namun, ketika berhasil, hasil usaha tersebut justru tidak ditempatkan di Indonesia.
“Mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia. Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan. Saya sebagai mandataris, saya tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini,” ujar Prabowo dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Selasa (29/04/2026).
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyinggung bahwa Indonesia tak mau lagi hanya sekadar berperan dalam menjual bahan baku. Prabowo mengatakan ingin agar produk olahan atau turunan dari bahan baku tersebut dinikmati oleh rakyat Indonesia.
Untuk itu, pemerintah mendorong proyek hilirisasi nasional. Saat ini, pemerintah resmi memulai pembangunan 24 proyek hilirisasi dalam dua fase. Fase pertama terdiri dari 11 proyek yang sudah dimulai pada 6 Februari 2026. Sementara itu, fase kedua terdiri dari 13 proyek yang baru dimulai pada hari ini.





























