Logo Bloomberg Technoz

CNG Dinilai Tak Praktis Diecer, tapi Bahlil Mau Buat ala LPG 3 Kg

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 May 2026 13:50

Tabung gas di bagasi mobil yang telah dimodifikasi untuk menggunakan gas alam terkompresi (CNG)./Bloomberg-Dawali David Exodus
Tabung gas di bagasi mobil yang telah dimodifikasi untuk menggunakan gas alam terkompresi (CNG)./Bloomberg-Dawali David Exodus

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi menilai rencana pengembangan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dalam format tabung 3 kilogram (kg) atau secara eceran bakal tidak praktis, sebab tekanannya lebih besar jika dibandingkan dengan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).

Ekonom energi Center of Reform on Economics (Core) Muhammad Ishak Razak berpendapat CNG membutuhkan teknologi kompresi bertekanan tinggi antara 250 hingga 400 bar, jauh lebih tinggi dari LPG 3 Kg yang hanya sekitar 6—8 bar.

Walhasil, Ishak menilai, tabung CNG harus lebih tebal, lebih berat, dan lebih mahal apabila ingin dijual secara eceran. Dia menilai hal tersebut membuat CNG tidak praktis jika dijual dalam format tabung 3 kg.


“Pemanfaatan gas alam tentu sangat strategis karena sumber daya domestik melimpah. Namun, konversi LPG ke CNG menghadapi tantangan teknis serius, khususnya untuk rumah tangga,” kata Ishak ketika dihubungi, Selasa (5/5/2026).

Rawan Bocor