Logo Bloomberg Technoz

DPR Kritisi Hibah Kapal Induk Perang Italia ke Indonesia

Dovana Hasiana
05 May 2026 13:40

Parlemen Italia menyetujui rencana pemerintah menghibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. (dok Wikipedia)
Parlemen Italia menyetujui rencana pemerintah menghibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. (dok Wikipedia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat TB Hasanuddin menyoroti wacana Indonesia menerima hibah kapal induk perang Giuseppe Garibaldi (C551) dari Italia. Dia menilai ada potensi beban besar yang harus dihitung secara matang oleh pemerintah di balik label gratis atau hibah. 

“Dalam pengadaan militer ada pepatah yang relevan tidak ada yang lebih mahal daripada kapal gratis. Oleh karena itu, keputusan ini harus dikaji secara menyeluruh, tidak hanya dilihat dari nilai hibahnya,” ujar TB Hasanuddin dalam siaran pers, dikutip Selasa (06/05/2026).

Menurut dia, salah satu persoalan utama adalah tingginya biaya pemeliharaan. Berdasarkan laporan analisis pertahanan internasional The National Interest yang dirilis baru-baru ini, Angkatan Laut Italia menghabiskan sekitar €5 juta atau sekitar Rp101 miliar per tahun untuk merawat kapal tersebut. Tak hanya itu, Pemerintah Italia juga menghabiskan sekitar €19 jutaatau sekitar Rp387 miliar saat melakukan pembongkaran.


“Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya,” ujar dia.

Selain itu, Politikus PDIP tersebut menyoroti faktor usia kapal yang sudah mencapai sekitar 40 tahun sejak mulai bertugas pada 1985. Secara umum, kapal perang dirancang dengan masa pakai 30 hingga 40 tahun. Artinya, kata dia, kapal ini sudah berada di ujung masa operasionalnya.