"Skema tersebut seyogianya harus tepat sasaran, terukur, sambil dipadukan dengan pengembangan infrastruktur charging berikut penguatan sistem grid PLN (Perusahaan Listrik Negara)," imbuh Yannes.
Di samping itu, pemerintah kini masih berfokus untuk memberikan subsidi pembelian khusus motor listrik. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kembali bakal menggulirkan program subsidi motor listrik pada tahun ini.
Menurut rencana, pemerintah akan menyubsidi sekitar Rp5 juta per unit motor secara bertahap. Subsidi motor listrik merupakan program pemerintah yang sempat digulirkan pada 2023 dan berakhir per Desember 2024 lalu.
“Tahun ini [ada subsidi motor listrik]. Ya enggak semuanya, bertahap lah. Subsidi mungkin Rp5 juta per motor atau lebih,” kata Purbaya, akhir pekan lalu.
Dia menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal, tetapi telah didiskusikan bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan sudah mendapat persetujuan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Saya sudah diskusi dengan Pak Airlangga juga. Dia setuju dengan jumlah yang nanti diatur-aturkan. Saya sudah minta tanggapan Pak Presiden juga, beliau sudah memberi petunjuk. Jalankan kalau anggarannya ada,” ungkap Purbaya.
Kemudian dia mengatakan pemberian insentif motor listrik pun masih harus dibicarakan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita, khususnya mengenai jumlah motor yang bakal disubsidi pemerintah.
“Saya masih diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian, Menko [Airlangga], dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu,” tutur Purbaya.
(ain)





























