Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Sell Rp7 T Jadi Sebab IHSG Jauhi 7.000

Muhammad Julian Fadli
04 May 2026 08:52

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham pekan kemarin, 27–30 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,42% point–to–point hingga ditutup di posisi 6.956,8. Dengan itu, IHSG resmi meninggalkan level 7.000.

Jadi salah satu sebab tren pelemahan IHSG, investor asing amat gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp7 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Sama halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp5,8 triliun.
 
Adapun investor asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp2,06 triliun. Imbas desakan jual, saham BBCA melemah 3,31% menyentuh posisi Rp5.850/saham.

Saham BBCA dalam Sepekan Kemarin Hingga Kamis (30/4/2026) (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan 27–30 April 2026:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp2,06 triliun
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp1,66 triliun
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp1 triliun
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp467,01 miliar
  5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp171,88 miliar
  6. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp160,32 miliar
  7. PT Astra International Tbk (ASII) Rp101,47 miliar
  8. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp82,28 miliar
  9. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp72,42 miliar
  10. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp59,42 miliar

Pada kesempatan yang sama, investor asing net buy saham terbanyak pada emiten PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencapai Rp157,35 miliar. Didorong tren pembelian, saham INCO menguat 2,24% menuju posisi Rp6.850/saham.

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang perdagangan 27–30 April 2026:

  1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp157,35 miliar
  2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp141,32 miliar
  3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp136,25 miliar
  4. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp106,05 miliar
  5. PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) Rp75,58 miliar
  6. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp58,12 miliar
  7. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp52,74 miliar
  8. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp52,25 miliar
  9. PT Timah Tbk (TINS) Rp46,94 miliar
  10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp44,35 miliar