LPDB Koperasi Dorong Suporter Bola Jadi Motor Ekonomi Baru

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperluas jangkauan ekosistem koperasi ke sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu langkah terbarunya adalah menyasar komunitas suporter sepak bola di Indonesia.
Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis, LPDB mengajak perwakilan suporter dan pengurus klub untuk membentuk koperasi berbasis komunitas. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi kolektif di kalangan suporter.
Langkah tersebut dinilai strategis mengingat besarnya jumlah suporter sepak bola di Indonesia. Basis massa yang solid dan loyal menjadi potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif.
Selama ini, peran suporter lebih identik dengan dukungan di stadion. Namun, LPDB melihat peluang untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang lebih terstruktur melalui koperasi.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menilai komunitas suporter memiliki karakter yang kuat. "Fans sepak bola banyak sekali, banyak hal yang bisa dikembangkan seperti ticketing, event, merchandise, nonton bareng, bahkan bisa ada cafe juga," ujar Deva.
Potensi tersebut mencerminkan adanya aktivitas ekonomi yang sudah berjalan di lingkungan suporter. Melalui koperasi, kegiatan tersebut dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat lebih luas.
Penguatan Ekonomi Berbasis Komunitas
Menurut Deva, suporter bukan sekadar penonton, tetapi komunitas dengan jaringan luas dan loyalitas tinggi. Hal ini menjadi modal penting dalam membangun koperasi modern yang berkelanjutan.
Ia juga mencontohkan praktik serupa yang telah berhasil di berbagai negara. Klub-klub besar dunia seperti FC Barcelona dan Real Madrid memiliki model berbasis anggota yang sejalan dengan prinsip koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Deva menjelaskan keunggulan layanan pembiayaan dari LPDB Koperasi. "Kami dari tarif layanan, kalau dibandingkan dengan perbankan, kami lebih terjangkau, bisa untuk modal kerja lima tahun, dan investasi sampai dengan sepuluh tahun. Di LPDB itu gratis, tidak ada admin, tidak ada provisi, dan jika pelunasan lebih cepat tidak ada pinalti untuk pelunasan. Dan yang pasti harus ada agunan," tambahnya.
Dukungan pembiayaan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya koperasi suporter yang mandiri. Dengan akses modal yang lebih mudah, komunitas dapat mengembangkan berbagai usaha.
Inisiatif ini juga mendapat sambutan positif dari komunitas suporter. Sekretaris Umum PP The Jak Mania Muhammad Aditya Putra menyampaikan apresiasinya terhadap langkah LPDB.
"Karena memang potensi untuk pengembangan ekonomi di lingkup suporter cukup besar. Dan sudah seharusnya ini di-guide oleh pemerintah melalui LPDB Koperasi dan kami sangat menyambut," ujar Aditya.
Selain itu, dukungan juga datang dari operator kompetisi sepak bola nasional. Perwakilan I.League Operator Liga Indonesia, Syifa Nadhila, menilai program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
"Dalam hal ini di I-League kita sekarang sudah memiliki basis suporter yaitu fans engagement dimana kami merasa bahwasanya dari seluruh Indonesia ini kan selalu ada basis suporter yang sangat fanatis ke klub-klub yang tersebar seperti itu. Dan dengan adanya LPDB ini, kita bisa membuat kerja sama dalam bentuk koperasi sehingga mereka yang ada di daerah mana pun bisa lebih baik seperti itu dan bisa dimanfaatkan keanggotaannya. Dan I-League sebagai operator sendiri tentunya membuka hal ini sebagai kerjasama yang sangat positif," terang Syifa.
LPDB menilai bahwa koperasi suporter dapat menjadi model baru penguatan ekonomi berbasis komunitas. Selain memberikan manfaat ekonomi, koperasi juga dapat meningkatkan solidaritas antaranggota.
Ke depan, LPDB berencana memperluas inisiatif ini ke cabang olahraga lainnya. Potensi komunitas di berbagai sektor dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem koperasi yang lebih luas.
"Ini tidak akan berhenti di sepak bola saja karena kita masih ada misalnya bulutangkis, kemudian basket dan lain sebagainya gitu. Dan saya berharap dengan pembuatan koperasi yang berbasis dengan suporter ini akan meningkatkan bargaining position dari para suporter sepak bola, menggaet lebih banyak anak-anak muda yang bukan hanya suporter tapi fans club. Karena fans club itu jumlahnya lebih banyak dari suporter yang terdaftar di masing-masing klub sepak bola," pungkas Deva.
Melalui langkah ini, LPDB ingin mengubah peran suporter dari sekadar pendukung menjadi pelaku ekonomi. Dengan koperasi, potensi besar komunitas dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama.
Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Suporter tidak hanya menjadi bagian dari pertandingan, tetapi juga bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional.

































