Logo Bloomberg Technoz

"Untuk crude Rusia sendiri sebenarnya sudah pernah juga diolah zaman-zaman dahulu sebelum ada kendala gitu ya, kita sudah pernah mengolah crude Rusia pada 2012—2013 sudah pernah kita lakukan pengolahan," ujarnya.

Mengenal Block Mode 

Endah menjelaskan block mode merupakan operasi yang baru diterapkan di RU IV Cilacap sejak Mei 2024. Operasi ini memungkinkan Kilang I Cilacap untuk mengolah lebih dari satu jenis crude.

Sebelumnya, padahal, Kilang I Cilacap hanya bisa mengolah satu jenis minyak mentah, yakni arabian light crude dari Aramco.

"Jadi dalam kondisi sekarang, ketika kita sedang ada hambatan pasokan dari kondisi geopolitik yang sekarang kita bisa lebih fleksibel. Kalau tidak ada pasokan dari Aramco tadi, bisa kita ganti dengan crude lainnya yang bisa domestik, bisa juga impor, dan itu bisa membuat RU IV tetap beroperasi walaupun ada kendala pasokan akibat dampak perang," ujarnya.

Kilang Cilacap./dok. Pertamina

Mengenal Kilang Cilacap

Kilang Cilacap merupakan kilang dengan kapasitas yang terbesar kedua milik PT Pertamina (Persero). Kilang ini memiliki kapasitas 348.000 barel per hari (bph), sedikit di bawah Kilang Balikpapan yang mencapai 360.000 bph.

Kilang Cilacap ini memiliki dua unit untuk pengolahan primer (primary processing), yakni Fue Oil Complex 1 dan Fue Oil Complex 2 untuk mengolah berbagai jenis minyak mentah.

Endah mengatakan kapasitas kilang yang besar menyebabkan Kilang Cilacap bisa menghasilkan berbagai macam produk. Produk yang dihasilkan adalah Pertalite, Pertamax, Solar, Pertadex, avtur, liquefied petroleum gas (LPG), Paraxylene, Benzene, lube base oil, dan aspal.

"Paling banyak sebenarnya tetap di BBM ya. Di BBM kita paling banyak menghasilkan mogas itu mogas-nya ada Pertalite, ada Pertamax sekitar 30%. Kemudian juga Solar hampir sama sekitar 30% paling besar itu. Avtur itu sekitar 18%. Itu yang paling besar. [Produk] yang lain-lain itu memang produknya banyak tetapi ke petrokimia dan ke lube base," ujarnya. 

Kilang Cilacap./dok. Pertamina

Untuk diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan komitmen 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang diamankan Indonesia rencananya bakal didatangkan hanya untuk tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan konsumsi minyak mentah Indonesia per hari mencapai sekitar 1,6 juta bph dan 1 juta bph di antaranya dipasok dari pasokan impor, sehingga komitmen minyak Rusia sebesar 150 juta barel masih menyisakan ruang pasokan dari negara lainnya.

“Untuk komitmen impor minyak dari Rusia ini kan baru negosiasi kemarin, kan sudah disepakati total yang akan kita impor dari Rusia itu kan sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan kita sampai dengan akhir tahun,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

(dov/wdh)

No more pages