Jelang Rilis APBNKita, Arah Rupiah Masih Terbatas
Tim Riset Bloomberg Technoz
29 April 2026 08:23

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) hari ini, Rabu (29/4/2026), relatif stagnan di posisi Rp17.280/US$. Tekanan terhadap mata uang Tanah Air sedikit reda di tengah proposal perdamaian dari Iran dan permintaan Amerika Serikat (AS) terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Iran memberi sinyal terbuka untuk mempertimbangkan kesepakatan sementara demi membuka kembali Selat Hormuz. Syaratnya, Washington harus mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara pembahasan yang lebih rumit soal program nuklir ditunda lebih dulu.
Namun, Iran tetap ingin mempertahankan sebagian kendali atas lalu lintas pengiriman di selat tersebut—sebuah tuntutan yang berpotensi ditolak oleh Washington.
Tanpa mengungkap detail proposal terbaru dari Iran, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut tawaran tersebut “lebih baik dari yang kami perkirakan akan mereka ajukan,” dalam wawancara dengan Fox News, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Meski begitu, Gedung Putih masih meragukan apakah pihak yang mengajukan proposal itu benar-benar memiliki otoritas. Sikap ini mencerminkan kekhawatiran lama AS terkait adanya perbedaan pandangan di kalangan elite Iran mengenai arah dan strategi negosiasi.


























