Kecelakaan tersebut berdampak pada rangkaian KRL dan perjalanan kereta api lainnya. Salah Satunya rangkaian KRL dengan kode PLB 5568 arah Cikarang yang harus berhenti di Stasiun Bekasi Timur -- menunggu proses evakuasi kecelakaan KRL sebelumnya.
Namun, tragedi kemudian terjadi usai KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tetap melaju kencang dari Stasiun Bekasi. Kereta tersebut tak sempat berhenti sepenuhnya saat masuk ke Stasiun Bekasi Timur -- lokasi KRL PLB 5568 sedang berhenti.
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi sekitar pukul 20.52 WIB. Benturan keras akibat kecepatan tinggi membuat lokomotif KA Argo Bromo merobek dan merangsek masuk ke gerbong terakhir KRL PLB 5568 yang merupakan gerbong khusus perempuan.
KAI bersama kepolisian, TNI, dan Basarnas langsung melakukan evakuasi terhadap para korban yang mayoritas terjepit puing badan gerbong kereta api. Selama 10 jam, proses evakuasi terus berlangsung karena sebagian korban terjepit dan terjebak antara lokomotif KA Argo Bromo dan gerbong khusus perempuan KRL. Jumlah korban meninggal dunia pun terus bertambah.
Berdasarkan data terakhir, KAI menyebut ada 15 penumpang perempuan yang menjadi korban meninggal dunia dari kecelakaan tersebut. Sebanyak 10 jenazah sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati; tiga jenazah di RSUD Bekasi; satu jenazah di RS Bela; dan satu jenazah lagi di RS Mitra.
Sedangkan korban luka-luka mencapai 84 orang dan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Pasca-Kejadian
Basarnas menyatakan operasi SAR bisa diselesaikan pada Selasa (28/04/2026) pukul 08.00 WIB. Namun, untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
KAI menyampaikan operasional pada Stasiun Bekasi Timur akan kembali diaktifkan usai BUMN tersebut memastikan seluruh sistem persinyalan dan sarana-prasarana sudah pulih atau berfungsi normal.
(dov/frg)






























