Logo Bloomberg Technoz

Kemarin (27/4/2026) pasar saham mencatatkan arus keluar dana asing (net sell) US$118,5 juta. Ini merupakan arus keluar terbesar dalam satu bulan terakhir, sekaligus menandai empat hari berturut-turut arus keluar dana.

Hari ini, pasar saham domestik juga masih lesu dengan kondisi IHSG yang tergerus 0,64% ke 7.060. 

Dari pasar surat utang, imbal hasil surat utang pemerintah juga kembali terkerek naik menandakan aksi jual seiring naiknya harga minyak mentah yang menambah tekanan terhadap prospek fiskal. 

Imbal hasil obligasi tenor acuan 10 tahun naik 2 bps ke 6,79%, dan menandakan hari kelimanya mengalami kenaikan secara beruntun. 

Tak cuma tenor acuan, tenor pendek dan menengah juga ikut naik. Kenaikan mencolok terlihat pada tenor 1 tahun yang melonjak 7,8 bps ke level 5,96%.

Kondisi ini menandakan adanya aksi jual yang biasanya cenderung sensitif terhadap dinamika likuiditas jangka pendek dan instrumen moneter seperti SRBI. 

Di tenor menengah, tren kenaikan juga persisten. Imbal hasil tenor 5 tahun naik 3,4 bps ke 6,7%. Sementara kenaikan imbal hasil tenor 8 tahun cenderung lebih terbatas, 0,2 bps. 

Lonjakan harga minyak mentah yang berisiko memperlebar defisit kembali meningkatkan persepsi risiko, sehingga membuat investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi sebagai kompensasinya.

(dsp/aji)

No more pages