Logo Bloomberg Technoz

Tak hanya itu, Airlangga menjelaskan bahan baku plastik seperti polipropilen, polietilen, LLDPE, HDPE juga mendapatkan bea masuk 0% selama enam bulan. Hal itu dilakukan lantaran harga kemasan plastik sudah melonjak bahkan hingga 100%. 

“Seluruhnya diberikan bea masuk 0%, namun ini diberi periode dalam enam bulan. Nanti kita lihat situasi sesudah enam bulan seperti apa,” jelas dia. 

Airlangga menuturkan kebijakan tersebut diambil dengan mencontoh India yang juga menerapkan aturan tersebut. Hingga saat ini Menteri Keuangan dan Menteri Perindustrian tengah menyiapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Jadi kita mengikuti agar packaging ini tidak juga meningkatkan bahan-bahan makanan dan minuman. Kemudian juga terkait dengan perizinan impor. Ini terkait dengan pertimbangan teknis. Ini Kemenperin akan membuat daftar komoditas yang membutuhkan Pertek [peraturan teknis],” jelas dia.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk menyiapkan Perjanjian Tingkat Layanan atau Service Level Agreement (SLA).

“Sudah ada sistem sinas, tadi juga terkait dengan SNI nanti disiapkan. Agar proses bagi para industri ini jelas, waktunya dan prosesnya sampai di mana,” ujarnya. 

Kementerian ESDM melaporkan impor LPG pada Januari—Februari 2026 mencapai 1,31 juta metrik ton atau setara 83,97% dari total kebutuhan sebesar 1,56 juta metrik ton.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, produksi LPG domestik pada Januari—Februari 2026 hanya sekitar 130.000 metrik ton.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, kebutuhan LPG tercatat mencapai 26.000 metrik ton per hari.

Berdasarkan negaranya, impor LPG yang dilakukan Indonesia sampai 1 April 2026 mayoritas didatangkan dari Amerika Serikat (AS), dengan porsi sebesar 68,91% dari total impor.

Posisi kedua, ditempati oleh Uni Emirat Arab (UEA) dengan porsi impor sebesar 11,83% dari total impor. Ketiga, merupakan Arab Saudi dengan total impor sebesar 7,36% dari total impor.

Keempat, Qatar dengan porsi impor 5,21% dari total impor. Lalu, Australia dengan porsi impor 3,81% dari total impor. Selanjutnya, 2,61% impor LPG didatangkan dari Kuwait.

(lav)

No more pages