RI Beri Insentif Bea Masuk LPG & Produk Plastik 0% Selama 6 Bulan
Mis Fransiska Dewi
28 April 2026 13:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah memastikan akan memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk atau tarif 0% bagi impor gas minyak cair (liquified petroleum gas/LPG) hingga produk plastik selama enam bulan. Kebijakan ini diputuskan untuk mengurangi beban masyarakat seiring melonjaknya harga kedua komoditas di tengah ketegangan geopolitik global.
Saat ini, tarif bea masuk LPG tercatat 5%. Dengan adanya kebijakan baru ini, impor LPG tak akan terkena bea masuk mulai Mei 2026. Sementara itu, pemerintah juga memperluas jenis produk plastik akan akan mendapat tarif bea masuk 0%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan intervensi kebijakan untuk bea masuk LPG utamanya diberikan untuk industri petrochemicals imbas perang di Timur Tengah sehingga mengalami kesulitan untuk memperoleh Nafta.
Nafta merupakan cairan hidrokarbon ringan hasil penyulingan minyak bumi yang menjadi bahan baku utama industri petrokimia untuk memproduksi plastik.
“Kemarin Bapak Presiden juga meminta kepada Menteri ESDM untuk mencarikan sumber-sumber nafta yang lain, namun sebagai langkah ini adalah impor LPG bea masuknya diturunkan dari 5% menjadi 0%, sehingga refinery bisa memperoleh bahan baku alternatif dari Nafta ke LPG,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026).
































