Logo Bloomberg Technoz

Karyawan Desak CEO Google Sundar Pichai 'Jauhi' Pentagon

Merinda Faradianti
28 April 2026 13:05

Ilustrasi Sundar Pichai (Bloomberg/Jasjyot Singh Hans)
Ilustrasi Sundar Pichai (Bloomberg/Jasjyot Singh Hans)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ratusan karyawan Google mengajukan petisi pada CEO Sundar Pichai untuk menolak penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) perusahaan dalam proyek militer rahasia milik Kementerian Perang Amerika Serikat atau The Pentagon.

Setidaknya lebih dari 600 karyawan Google telah menandatangani surat terbuka yang mendesak perusahaan agar tidak mengizinkan AI mereka digunakan untuk pekerjaan militer yang bersifat rahasia, seperti yang dilaporkan The Verge, Selasa (28/4/2026).

Karyawan yang menandatangani petisi tersebut banyak bekerja di laboratorium AI DeepMind Google, dan termasuk lebih dari 20 kepala program, direktur dan VP.

Dalam suratnya kepada Sundar Pichai, para karyawan menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah teknologi Google digunakan dalam konteks berbahaya adalah dengan menolak seluruh keterlibatan dalam proyek classified.

Sundar Pichai, kepala eksekutif Alphabet Inc. (Bloomberg/Aaron Schwartz/CNP)

Mereka khawatir penggunaan AI dalam lingkungan tertutup militer akan sulit diawasi dan berpotensi disalahgunakan.

Surat untuk Sundar Pichai muncul setelah adanya laporan bahwa Google tengah menjajaki kerjasama dengan Pentagon untuk penggunaan model AI mereka, termasuk Gemini, dalam sistem rahasia.

Dalam dokumen surat yang karyawan ajukan juga menyoroti amcaman risiko seperti pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom, yang dinilai bertentangan dengan prinsip penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Donald Trump dan Mark Zuckerberg. dok: Bloomberg

Di mana, Microsoft sudah memiliki kesepakatan untuk menyediakan layanan AI di lingkungan rahasia, dan OpenAI mengumumkan perjanjian negosiasi ulang dengan Pentagon pada bulan Februari.