Logo Bloomberg Technoz

Risiko Meningkat, Investor Mulai Selektif Pilih Aset di Asia

Redaksi
28 April 2026 12:00

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah kondisi penuh ketidakpastian akibat tekanan geopolitik, pergerakan investor di pasar negara berkembang cukup beragam. Namun dengan pola yang sama. 

Di tengah sentimen risk-off ini, investor sepertinya mulai gencar menata ulang portofolio demi mendapatkan imbal hasil maksimal dan menekan kerugian. Hal ini terlihat jelas dari pola investor global yang cenderung melepas instrumen saham dan mengakumulasi surat utang yang lebih menjanjikan kepastian imbal hasil, di masa penuh turbulensi seperti sekarang. 

Di Indonesia, kemarin (27/4/2026) pasar saham mencatatkan arus keluar dana asing (net sell) US$118,5 juta. Ini merupakan arus keluar terbesar dalam satu bulan terakhir, sekaligus menandai empat hari berturut-turut arus keluar dana.


Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global di tengah dinamika eksternal, termasuk ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi.

Meski begitu, investor global masih mencatatkan minat terhadap instrumen pendapatan tetap Indonesia dan mencatat pembelian bersih sebesar US$91,7 juta di pasar obligasi pemerintah, per Jumat (24/4/2026).