Hal ini kata dia terilhat dalam kinerja APBN pada kuartal I-2026. Belanja negara tercatat tumbuh 31,4% secara tahunan (year-on-year), jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 1,4% dengan penyerapan sebesar 17,1% atau setara dengan Rp620.3 triliun dari total pagu APBN 2025 sebesar Rp3.621,3 triliun.
Adapun total pendapatan negara, yang mencakup pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan cukai, tumbuh 10,5%. Dengan perkembangan tersebut, defisit anggaran pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menurut Juda, percepatan belanja dan kuatnya konsumsi menjadi sinyal positif bagi perekonomian. Kementerian Keuangan pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 dapat mencapai sekitar 5,5% secara tahunan.
"Ini yang kemudian kita optimis bahwa di Triwulan I akan tumbuh 5,5%," jelasnya.
(prc/ell)






























