Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Ikut Mayoritas Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 April 2026 16:25

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah cukup defensif hari ini, dan berhasil membalikkan arah terkerek oleh pergerakan mata uang kawasan.

Menutup perdagangan Senin (27/4/2026), rupiah menguat terbatas 0,06% ke posisi Rp17.195/US$. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang kawasan yang berada di zona hijau. 

Rupiah menguat jelang penutupan pasar sore ini (27/4/2026). (Bloomberg)

Baht Thailand memimpin penguatan, disusul won Korea Selatan, ringgit Malaysia, dolar Taiwan, yuan offshore, dolar Singapura, yen Jepang,  yuan China, rupiah, dan rupee India. Sebaliknya, hanya peso Filipina dan dolar Hong Kong yang terlihat melemah terbatas. 


Indeks dolar AS, meski masih berada di 98,4, tetapi posisinya telah menyusut 0,13% dari posisi pembukaan tadi 99,3. Meski dolar AS melemah, harga minyak Brent masih tinggi di US$107,8 per barel, naik 2,41% berdasarkan data Bloomberg pada 14:55 WIB.

Di tengah ketidakpastian perang Timur Tengah, kinerja mata uang kawasan tertopang oleh kinerja yuan offshore, setelah Bank Sentral China, People's Bank of China (PBoC), menetapkan kurs referensi harian dolar-yuan di level terendah sejak 2023.