Logo Bloomberg Technoz

Unjuk rasa tersebut mencerminkan kekhawatiran warga Malaysia atas kondisi beberapa lembaga dan kasus korupsi, kata mantan Menteri Ekonomi Rafizi Ramli dalam demonstrasi tersebut.

Azam telah berada di bawah pengawasan sejak Bloomberg News menerbitkan dua laporan pada Februari.

Salah satunya berfokus pada kepemilikan saham di sebuah perusahaan jasa keuangan yang nilainya melebihi batas yang diizinkan untuk pejabat publik.

Laporan lainnya berisi tuduhan bahwa sekelompok pengusaha bekerja sama dengan pejabat MACC untuk mengintimidasi para eksekutif dan menyingkirkan mereka dari perusahaan. Azam dan MACC dengan tegas membantah tuduhan dalam laporan tersebut.

Sebelumnya pada Sabtu ini, Malaysia menunjuk Abdul Halim Aman sebagai kepala antikorupsi berikutnya, menggantikan Azam ketika masa jabatannya berakhir bulan depan.

(bbn)

No more pages