Logo Bloomberg Technoz

Selain pariwisata, sektor perikanan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Sumberejo. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari hasil laut, terutama pada musim tertentu ketika hasil tangkapan melimpah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan.

Di sisi lain, sektor UMKM juga menunjukkan geliat yang positif. Pemanfaatan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah menjadi strategi utama dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Berbagai produk olahan seperti keripik singkong, keripik pisang, hingga jamu tradisional kini mulai menembus pasar yang lebih luas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan daya saing produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku usaha desa.

Perkembangan UMKM tersebut tidak lepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Abadi. Sejak berdiri pada 2017, BUMDes ini terus mengembangkan berbagai unit usaha yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu unit usaha yang cukup berkembang adalah layanan percetakan. Selain berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD), layanan ini juga mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan tanpa harus keluar desa.

Dukungan terhadap pelaku usaha juga datang dari sektor perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Akses pembiayaan ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, termasuk nelayan yang membutuhkan peralatan lebih modern.

Kemudahan pembiayaan tersebut memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha. Dengan demikian, potensi ekonomi desa dapat dimaksimalkan secara optimal.

Tidak hanya itu, transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi desa. Kehadiran AgenBRILink memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat secara lebih praktis dan cepat.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti setor dan tarik tunai, pembayaran, hingga penggunaan QRIS. Hal ini turut mendorong inklusi keuangan yang lebih luas di tingkat desa.

Digitalisasi juga berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan desa. Dengan sistem yang lebih modern, pengelolaan keuangan menjadi lebih efisien dan terpercaya.

Program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI turut memperkuat ekosistem ekonomi desa secara menyeluruh. Program ini mengusung pendekatan terintegrasi melalui empat pilar utama yang fokus pada pengembangan desa.

Keempat pilar tersebut meliputi penguatan BUMDes dan koperasi desa, digitalisasi layanan keuangan, keberlanjutan ekonomi desa, serta inovasi masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan fondasi ekonomi yang kuat dan berdaya saing.

Dukungan program tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM. Pelaku usaha kini memiliki akses lebih luas terhadap pembiayaan, pelatihan, serta peluang pasar yang semakin terbuka.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan.

“Melalui program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan literasi keuangan masyarakat desa. Kami percaya bahwa penguatan ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dhanny.

Sinergi antara potensi lokal, peran aktif masyarakat, dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan Desa Sumberejo. Desa ini kini semakin menunjukkan transformasi sebagai desa mandiri yang mampu bersaing.

Penguatan sektor unggulan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan UMKM menjadi fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Ke depan, Desa Sumberejo diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis potensi lokal yang berhasil. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, desa ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(tim)

No more pages