Logo Bloomberg Technoz

Kredit BBCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8% YoY. 

Seiring dengan komitmen perusahaan menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0% secara tahunan menjadi Rp258,4 triliun,
atau setara 26,0% dari total portofolio pembiayaan BCA. 

Capaian tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12% secara tahunan dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional.

Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7% secara tahunan mencapai Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5% secara tahunan.

Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1% dan 1,8%. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7% dan 174,6%. 

Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY. Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital.

(red)

No more pages