Logo Bloomberg Technoz

Sepanjang April rupiah telah melemah 1,73% menduduki posisi pertama mata uang terlemah di kawasan. Sementara hampir semua mata uang lainnya berhasil rebound

Tingginya harga minyak diproyeksikan dapat menambah tekanan neraca transaksi berjalan dan menggerus ketahanan fiskal. Beban subsidi akibat kenaikan harga minyak juga diperkirakan akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Sebab, dalam asumsi APBN harga minyak berada di US$70 per barel, sementara harga saat ini masih bertengger di atas US$100 per barel. 

Sehingga setiap kenaikan minyak US$1 per barel berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi energi senilai Rp10 triliun hingga Rp13 triliun per tahun. 

Rentannya kondisi fiskal domestik membuat lembaga pemeringkat lainnya, S&P Global Ratings ikut mencermati kondisi fiskal Indonesia. Lembaga ini menilai Indonesia menjadi yang paling rentan, jika perang terjadi secara berkepanjangan. 

Selain itu, pasar juga masih diwarnai oleh sentimen lembaga pemeringkat, baik Moody's maupun Fitch Ratings menyusul meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta lemahnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia. 

Moody's menyoroti soal tata kelola, kebijakan, dan risiko institusional, dengan kondisi kebijakan pemerintah semakin sulit ditebak.

Langkah Moneter

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam paparan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, menyebut eskalasi geopolitik di Timur Tengah masih membebani prospek ekonomi global, serta mempersempit ruang pelonggaran moneter. 

Di tengah kondisi ini, Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter masih berupaya meredam gejolak nilai tukar yang terjadi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter.

"Terkait dengan penguatan untuk operasi moneter kami melalui intervensi penguatan khususnya untuk yang NDF di offshore market, akan ada pengecualian bagi bank khususnya untuk dealer utama, sehingga mereka bisa menjual NDF secara langsung," ujar Destry Damayanti Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), kemarin.

Selain itu, BI juga sepertinya semakin mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di tengah ketidakpastian geopolitik, sebagai alat untuk menyerap likuiditas rupiah sekaligus mendukung stabilisasi nilai tukar.

Sebagai catatan, saat ini kurs rupiah spot di beberapa bank telah mencapai Rp17.400/US$. Misalnya di Bank UOB Rp17.466/US$. Bahkan di CIMB Niaga mencapai Rp17.580/US$.

Sementara di bank BCA untuk transaksi online rupiah masih dibanderol Rp17.325/US$, meski untuk transaksi penukaran fisik (bank note) nilai tukarnya telah mencapai Rp17.450/US$.

(dsp/aji)

No more pages