Logo Bloomberg Technoz

Trump resmi memperpanjang gencatan senjata yang seharusnya berakhir hari Rabu (22/4). Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan pada Rabu bahwa Trump belum menetapkan tenggat waktu yang kaku bagi Iran untuk mengajukan proposal perdamaian baru.

Meski tanda-tanda kembalinya peperangan belum terlihat dalam waktu dekat, hingga kini belum ada indikasi bahwa Selat Hormuz yang krusial akan segera dibuka kembali untuk pengiriman minyak dan gas. Situasi tetap tegang setelah kapal cepat Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kapal komersial di jalur perairan tersebut pada hari Rabu.

“Pasar masih menavigasi keseimbangan yang rapuh antara membaiknya sentimen dan risiko geopolitik yang tersisa,” kata Daniela Hathorn, analis pasar senior di Capital.com. “Meskipun berita gencatan senjata membantu meredakan kekhawatiran pasokan, gangguan aliran distribusi yang terus berlanjut membuat premi risiko tetap tertanam di pasar energi.”

Fokus investor kini mulai beralih ke laporan keuangan korporasi. Saham Tesla Inc terpantau naik pada perdagangan setelah jam bursa setelah melaporkan hasil yang melampaui estimasi analis. Tesla menjadi perusahaan pertama dari kelompok "Magnificent Seven" yang merilis laporan laba. Nama besar lainnya yang juga melaporkan kinerja setelah penutupan pasar antara lain Southwest Airlines Co, Lam Research Corp, dan Texas Instruments Inc.

Dalam pergerakan saham individu, Boeing Co menguat 5,5% setelah melaporkan arus kas keluar yang lebih rendah dari perkiraan, menyusul pengiriman pesawat terbanyak di kuartal pertama sejak 2019. GE Vernova Inc juga melonjak 14% berkat pendapatan kuartal pertama yang melampaui estimasi.

Sebaliknya, United Airlines Holdings Inc merosot 5,6% setelah menurunkan proyeksi laba per saham tahunannya. Namun, kejutan besar terjadi pada Spirit Aviation Holdings Inc yang melonjak drastis hingga 150% seiring kabar bahwa Pemerintahan Trump tengah mendekati kesepakatan penyelamatan finansial untuk maskapai Spirit Airlines.

Di sisi lain, Fair Isaac Corp anjlok 6,4% setelah pemerintah AS mengambil langkah-langkah yang bertujuan menekan biaya skor kredit guna mempermudah akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas.

(bbn)

No more pages