Logo Bloomberg Technoz

Sejak perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu, harga emas sudah ambruk lebih dari 10%. 

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

“Pasar menginginkan kejelasan atau perubahan yang nyata dalam situasi makro,” tegas Ahmad Assiri, Analis di Pepperstone Group Ltd, seperti dinukil dari Bloomberg News.

Harga minyak dunia kembali melonjak akibat tensi yang masih tinggi di Timur Tengah. Kemarin, harga minyak jenis brent melompat 3,14% ke US$ 98,48/barel.

Apabila situasi tidak membaik, maka harga energi masih akan melambung tinggi. Ancaman inflasi akan membuat bank sentral di berbagai negara sulit melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (22/4/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh di bawah 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 33. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 4.787/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. 

Cermati pivot point di US$ 4.796/troy ons. Dari sini, harga emas berpotensi terdongkrak ke US$ 4.830-4.870/troy ons dengan target paling optimistis di US$ 4.959/troy ons.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.711/troy ons rasanya akan menjadi target support terdekat. Jika tertembus, maka harga bisa longsor ke US$ 4.704/troy ons.

(aji)

No more pages