Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi seluruh insan perusahaan.
"Penghargaan dari MarkPlus ini bukan sekadar kebanggaan bagi kami, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Capaian ini adalah bukti nyata bahwa strategi customer-focus yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia yang terus menginspirasi kami untuk melayani sepenuh hati, serta menghadirkan layanan yang inklusif, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Selfie.
Transformasi Digital dan Sentuhan Humanis
Prestasi yang diraih Pegadaian menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem digital yang dimiliki. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Marketing PT Pegadaian, Yudi Sadono, turut hadir sebagai panelis dalam seminar WOW Brand 2026. Seminar tersebut mengangkat tema Branding in The Age of AI yang membahas peran teknologi dalam pengembangan bisnis.
Melalui sesi bertajuk AI Drives Scale, Trust Stay Gold, Yudi menjelaskan bahwa kecerdasan buatan memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan layanan. Namun, ia menegaskan bahwa kepercayaan nasabah tetap menjadi fondasi utama.
Menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap diimbangi dengan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan pelanggan. Hal ini menjadi kunci dalam membangun hubungan jangka panjang yang kuat.
“Efisiensi berbasis AI menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas layanan, namun kita tidak bisa menghilangkan human touch saat berhubungan dengan pelanggan, karena pada akhirnya, komunikasi yang kuat adalah komunikasi yang memberikan empati dan ketulusan lah yang akan memenangkan hati pelanggan. Bagi Pegadaian, sentuhan kemanusiaan inilah yang menjadi pembeda utama dalam membangun loyalitas yang berkelanjutan di era transformasi,” ungkap Yudi.
Pegadaian saat ini terus mengintegrasikan layanan fisik dengan platform digital. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan nyaman.
Sebagai lembaga keuangan yang telah berdiri sejak 1901, Pegadaian terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya fokus pada layanan gadai, perusahaan kini menawarkan berbagai produk finansial yang inklusif.
Sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada 2021, Pegadaian semakin memperkuat perannya dalam mendukung pelaku usaha mikro. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM untuk naik kelas.
Pegadaian juga telah mengukuhkan posisinya sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan yang memungkinkan perusahaan menjalankan berbagai kegiatan usaha berbasis emas.
Produk yang ditawarkan meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas. Selain itu, terdapat pula layanan investasi seperti tabungan emas, cicil emas, dan arisan emas.
Seluruh layanan tersebut dapat diakses melalui berbagai kanal, mulai dari outlet fisik, agen Pegadaian, hingga aplikasi Tring!. Integrasi ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.
Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan masyarakat. Program yang dijalankan bertujuan untuk menciptakan dampak positif dan meningkatkan kesejahteraan secara luas.
Keberhasilan meraih penghargaan ini menjadi bukti bahwa Pegadaian mampu beradaptasi dengan perubahan. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, perusahaan optimistis dapat menghadapi tantangan di masa depan.
Melalui kombinasi teknologi dan pendekatan humanis, Pegadaian berupaya membangun kepercayaan yang berkelanjutan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga loyalitas nasabah di tengah persaingan industri keuangan.
(tim)





























