Logo Bloomberg Technoz

Perbedaan kedua jenis ini tidak hanya terletak pada sumbernya, tetapi juga pada tingkat penyerapan oleh tubuh.

Zat besi heme yang berasal dari makanan hewani memiliki tingkat penyerapan sekitar 25-30 persen. Sementara itu, zat besi non-heme dari nabati hanya diserap sekitar 1-10 persen.

Meski begitu, keduanya tetap memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

Sumber Zat Besi Heme yang Efektif

Suasana lapak kios daging potong di Pasar Kebon Jati, Tanah Bang, Jakarta, Jumat (13/2/2026) (Bloomberg Technoz/ Sultan Ibnu)

Zat besi heme dikenal lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Sumber utamanya berasal dari makanan hewani.

Beberapa contoh makanan kaya zat besi heme antara lain:

  • Daging merah

  • Hati

  • Ayam dan unggas

  • Ikan

  • Telur

  • Kerang dan udang

  • Susu formula yang difortifikasi zat besi

Jenis ini penting dikonsumsi, terutama bagi individu yang berisiko mengalami anemia.

Pilihan Zat Besi Non-Heme dari Nabati

5 Jenis Sayuran yang Bisa Mengurangi Lemak di Perut (Envato)

Selain hewani, zat besi juga bisa diperoleh dari sumber nabati. Meskipun penyerapannya lebih rendah, tetap penting untuk melengkapi kebutuhan tubuh.

Contoh makanan sumber zat besi non-heme meliputi:

  • Brokoli

  • Sayuran hijau

  • Kacang-kacangan dan tanaman polong

  • Kentang

  • Sereal yang difortifikasi

  • Kismis

  • Apel kering

  • Semangka

Kombinasi makanan nabati dan hewani dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi secara optimal.

Peran Vitamin C dalam Penyerapan Zat Besi

Agar zat besi dapat diserap dengan lebih maksimal, tubuh membutuhkan bantuan vitamin C.

Dalam praktik sehari-hari, hal ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar bersamaan dengan makanan tinggi zat besi. Misalnya, mengombinasikan lauk hewani dengan buah jeruk atau sayur segar.

Pendekatan sederhana ini dapat meningkatkan efektivitas penyerapan zat besi dalam tubuh.

Pentingnya Pola Makan Bervariasi

Luciana menekankan bahwa kunci utama pemenuhan gizi bukan terletak pada satu jenis makanan saja.

"Makannya berganti-ganti sesuai dengan anjuran gizi seimbang bahwa mengonsumsi makanan itu bervariasi," ujarnya.

Artinya, tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh. Variasi tetap menjadi prinsip utama dalam menjaga kesehatan.

Dampak Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi sering kali diremehkan. Padahal, dampaknya dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Selain memicu anemia, kondisi ini juga berkaitan erat dengan penurunan fungsi kognitif. Konsentrasi menurun, daya ingat melemah, hingga produktivitas terganggu.

Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan asupan zat besi sejak dini. Pola makan seimbang dengan kombinasi sumber hewani dan nabati menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak.

(seo)

No more pages