Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut, Prabowo kata Teddy menekankan selain menjaga ketersediaan, kualitas beras juga perlu terus dijaga, di samping distribusinya harus tepat waktu dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat," jelas Teddy. 

Bantuan Pangan Baru 2,4% 

Adapun pada kesempatan sebelumnya, Perum Bulog melaporkan total realisasi penyaluran penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk periode sepanjang 2026 atau Januari-Desember tahun ini baru mencapai sebanyak 68,77 ribu ton atau baru 8,31% dari total alokasi yang mencapai 828 ribu ton.

Di sisi lain, realisasi penyaluran bantuan minyak goreng (migor) juga tercatat baru mencapai sebesar 2,47% dari total target realisasi yang mencapai sekitar 312,9 juta liter.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, masih lesunya target penyaluran tersebut lantaran adanya penugasan stabilisasi harga selama periode Ramadan.

"Sesuai arahan pimpinan untuk lebih fokus mengendalikan harga beras minyak dan lain sebagainya di pasar, karena kalau ini nanti bantuan pangan digelontorkan duluan takutnya minyaknya habis di pasar dan masyarakat ribut," ujar Rizal dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Parlemen, Kamis (2/4/2026).

Secara total, penerimaan bantuan pangan beras tersebut ditargetkan menyasar kepada sebanyak 33,24 juta penerima bantuan pangan (PBP) dengan alokasi masing-masing 10kg/penerima.

Sementara itu, penerima PBP migor adalah sebanyak 32,24 juta orang dengan alokasi masing-masing 2 liter/penerima.

"Harapan kami, setelah Lebaran ini kami langsung gaspol sampai di akhir April tahun ini bisa mencapai 100%," kata Rizal.

(prc/ros)

No more pages