Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham yang menguat tajam dan menjadi top gainers, antara lain saham PT Nirvana Development Tbk (NIRO) yang melonjak 34,7%, saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang melesat 34,7%, dan saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang melejit 25%.

Sementara Bursa Asia kompak menapaki jalur merah, yang berseberangan dengan laju IHSG. Pada pukul 17.00 WIB, NIKKEI 225 (Jepang), TOPIX (Jepang), PSEI (Filipina), Hang Seng (Hong Kong), TW Weighted Index (Taiwan), SETI (Thailand), KOSPI (Korea Selatan), Straits Times (Singapura), CSI 300 (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), dan Shanghai Composite (China), yang terpangkas masing–masing 1,75%, 1,41%, 1,06%, 0,89%, 0,88%, 0,77%, 0,55%, 0,2%, 0,17%, 0,15%, dan 0,1%.

Selaras dengan IHSG, masih ada sejumlah indeks yang berhasil menguat, SENSEX (India), KOSDAQ (Korea), Shenzhen Comp (China), dan KLCI (Malaysia), yang masing–masing berhasil menghijau 0,65%, 0,61%, 0,37%, dan 0,33%.

Bursa Saham Asia tersengat kehati–hatian pasar mencermati perkembangan terbaru terkait perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Adapun investor saat ini menantikan kemajuan nyata dalam pembicaraan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Pembukaan jalur ini sangat krusial untuk melancarkan kembali aliran minyak mentah dan mengurangi tekanan ekonomi global yang melonjak sejak konflik pecah pada akhir Februari. 

Biarpun harga minyak mulai melandai, para ekonom memperingatkan pasar mungkin masih meremehkan dampak ekonomi jangka panjang dari konflik ini.

Presiden AS Donald Trump mengklaim—yang masih tanpa bukti— Iran telah menyetujui syarat–syarat yang selama ini mereka tolak, termasuk membatalkan ambisi senjata nuklir dan menyerahkan material nuklirnya. Namun, hingga saat ini Teheran belum mengonfirmasi adanya konsesi tersebut.

“Prospek kesepakatan dengan Iran terlihat sangat baik,” papar Trump, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Trump Ancam Kembali Serang Iran, Targetkan Pembangkit Listrik (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Sebelumnya, Trump juga mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Pengumuman tersebut tidak menyebutkan keterlibatan Hizbullah, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengonfirmasi melalui pesan video pihaknya menyetujui jeda tempur tersebut.

Terlebih lagi sejumlah pemimpin negara Arab di Teluk dan Eropa meyakini kesepakatan damai antara AS dan Iran membutuhkan enam bulan untuk dirampungkan. Oleh karena itu, mereka mendesak kedua pihak yang bertikai untuk memperpanjang gencatan senjata selama periode tersebut.

Para pemimpin tersebut juga menuntut pembukaan segera Selat Hormuz yang vital untuk memulihkan aliran energi global. Menurut pejabat yang mengetahui masalah ini, melansir Bloomberg, mereka memperingatkan secara tertutup bahwa krisis pangan global dapat pecah jika jalur tersebut tidak segera dibuka bulan depan.

“Tidak akan ada kesepakatan antara AS dan Iran dalam jangka pendek. Optimisme Presiden Donald Trump lebih karena ia sadar akan implikasi pasar,” ujar Rob Macaire, Mantan Duta Besar Inggris untuk Iran.

“Persoalannya bukan hanya apakah negosiasi akan berhasil, tapi apakah kemajuannya cukup untuk mencegah kembalinya konflik fisik,” tambahnya kepada Bloomberg.

“Ini mungkin saja dilakukan, namun suara–suara di dalam Iran kemungkinan besar sudah gatal untuk kembali meluncurkan rudal. Ini adalah permainan yang berisiko tinggi.”

(fad)

No more pages