Powell menyatakan bahwa jika penggantinya belum dikonfirmasi sebelum masa jabatannya berakhir di bulan Mei, ia akan menjabat sebagai gubernur sementara (chair pro tempore). Secara historis, The Fed pernah memberikan penunjukan sementara tersebut kepada anggota dewan untuk memimpin lembaga saat posisi ketua kosong. Namun, belum jelas secara hukum apakah Trump memiliki wewenang untuk mencopot Powell dari peran sementara tersebut.
Di sisi lain, Trump tampak tidak peduli dengan janji Senator Thom Tillis yang akan memblokir konfirmasi Kevin Warsh sebagai Gubernur The Fed berikutnya hingga penyelidikan DOJ selesai. Trump mengisyaratkan lebih memilih membiarkan Powell tetap menjadi anggota dewan daripada harus menghentikan penyelidikan tersebut.
"Saya tahu apa yang dia katakan, dan mungkin itu benar, dalam hal ini saya harus menerimanya, tapi tidak sebagai gubernur," tegas Trump.
Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan keyakinannya bahwa Senat akan mengonfirmasi Warsh tepat waktu untuk menghindari skenario tersebut. Meskipun ada penolakan dari Tillis, Komite Perbankan Senat telah menjadwalkan sidang konfirmasi pada 21 April mendatang.
“Saya sangat optimistis Kevin Warsh akan menjadi ketua The Fed tepat waktu, dan pertanyaan itu akan menjadi tidak relevan,” kata Bessent dalam pengarahan di Gedung Putih.
Saat ditanya bagaimana meyakinkan Tillis untuk melanjutkan proses nominasi, Bessent mencatat bahwa senator Partai Republik tersebut “secara terbuka mengatakan Kevin Warsh adalah kandidat yang sangat baik untuk posisi gubernur,” serta menambahkan, “mari kita jalani sidang dan lihat bagaimana hasilnya nanti.”
Sekutu Trump sebelumnya berharap Powell juga mengundurkan diri dari kursinya di Dewan Gubernur ketika masa jabatannya sebagai pimpinan bank sentral berakhir musim semi ini. Namun Powell mengatakan ia “tidak berniat” mengundurkan diri hingga penyelidikan pemerintah Trump melalui Departemen Kehakiman terkait proyek renovasi gedung benar-benar selesai.
Namun dalam wawancara tersebut, Trump mengisyaratkan tidak memiliki rencana untuk menghentikan penyelidikan tersebut.
“Apakah itu ketidakmampuan, korupsi, atau keduanya, saya pikir Anda harus mencari tahu. Saya benar-benar berpikir begitu,” katanya.
Tillis, yang menjadi salah satu pemilih kunci Partai Republik di Komite Perbankan, memuji Warsh namun menegaskan akan memblokir konfirmasi hingga penyelidikan Departemen Kehakiman selesai, dengan menyebut investigasi tersebut sebagai ancaman terhadap independensi Federal Reserve.
Situasi ini berpotensi memicu konfrontasi antara Trump dan Powell dalam beberapa pekan mendatang yang kemungkinan berkembang menjadi pertarungan hukum untuk menguji batas kewenangan presiden. Trump juga berupaya mencopot Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook, kasus yang telah diajukan ke Mahkamah Agung Amerika Serikat dan belum diputuskan.
Jaksa AS melakukan kunjungan mendadak ke kantor Federal Reserve di Washington pada Selasa, namun ditolak untuk memasuki lokasi tersebut.
(bbn)





























