Logo Bloomberg Technoz

Pembelian tersebut merupakan salah satu investasi luar negeri pertamanya. Danantara juga telah menyuntikkan modal ke perusahaan milik negara Indonesia dan menunjuk manajer aset lain untuk melakukan beberapa investasi atas namanya.

Badan yang baru berusia satu tahun ini bermaksud untuk menginvestasikan sekitar US$14 miliar pada 2026 di berbagai kelas aset, menurut Pandu.

“Mengingat apa yang terjadi saat ini, kemungkinan akan ada bias terhadap keamanan energi,” katanya, menambahkan bahwa lebih banyak energi juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.

Akan ada juga “bias terhadap mineral penting,” katanya.

Dia mengatakan konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung kemungkinan akan memiliki dampak jangka panjang.

“Dampaknya, bahkan jika kita menyelesaikan perang minggu ini atau minggu depan, Anda masih akan merasakannya selama sembilan atau 12 bulan ke depan,” ujarnya.

Pandu juga memberikan informasi terbaru tentang kemitraan Danantara dengan dana kekayaan negara lainnya.

Dia mengatakan dana Indonesia tersebut bekerja sama dengan China Investment Corp. “untuk membawa modal kemitraan guna berinvestasi pada mitra umum, manajer dana” yang pada gilirannya dapat menguntungkan Indonesia.

“Kami berkomitmen masing-masing setengah miliar modal,” katanya.

Danantara juga memiliki kesepakatan serupa dengan Qatar Investment Authority di bidang properti di Indonesia, kata Pandu.

Pada Juni, Danantara mengatakan akan bekerja sama dengan Dana Investasi Langsung Rusia untuk meluncurkan platform investasi bersama dan mempromosikan kerja sama ekonomi antara kedua negara, tetapi sejauh ini belum banyak yang terwujud.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini mengunjungi Moskwa dan membahas masalah ekonomi dan keamanan energi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Dengan tatanan dunia baru ini, saya pikir hal itu juga mengubah dinamika dengan Rusia,” kata Pandu, menambahkan bahwa ada “hal-hal yang perlu ditindaklanjuti” dan “kita hanya perlu lebih banyak kesepakatan yang terjadi.”

(bbn)

No more pages