Logo Bloomberg Technoz

HPM Nikel Direvisi: Untungkan Penambang, Pukulan bagi Smelter

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 April 2026 13:30

Pengupasan terak konverter di pabrik pengolahan nikel. Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg
Pengupasan terak konverter di pabrik pengolahan nikel. Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memandang penyesuaian Harga Patokan Mineral (HPM) komoditas nikel bakal menguntungkan perusahaan pertambangan nikel sebab harga bijih nikel berpotensi terkerek naik.

Namun, kondisi tersebut bakal sangat memberatkan operasional pabrik pengolahan atau smelter nikel yang sebelumnya sudah mengalami tekanan.

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono berpendapat harga bijih nikel kadar rendah atau limonit bakal naik lebih dari 100% karena kandungan kobalt dalam bijih limonit diperhitungkan dalam formula HPM baru.


“Artinya, keuntungan yang diperoleh penambang akan mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, di pihak lain, bagi perusahaan pabrik pengolahan nikel, kenaikan HPM ini akan menjadi pukulan telak dan bisa berdampak cukup serius bagi keberlangsungan usahanya,” kata Sudirman ketika dihubungi, Rabu (15/4/2026).

Untuk smelter pirometalurgi berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF), kata Sudirman, tekanan biaya produksi berasal dari harga energi yang meningkat.