Logo Bloomberg Technoz

Sebagai catatan saja, mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan untuk Januari 2026 saja ekspor Indonesia ke wilayah Timur Tengah sendiri mencapai 4,61% dari total ekspor RI ke seluruh negara. Dengan nilai total ekspor mencapai US$1,02 miliar. 

Adapun dari nilai total ekspor tersebut, untuk negara Timur Tengah presentase ekspor terbesar ditempati oleh Uni Emirat Arab sebesar 36% disusul Mesir dan Arab Saudi masing-masing sebesar 21,95% dan 18,19%.

Sementara untuk Iran sendiri, nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai US$18,52 juta dengan nilai 0,08% dari total presentase ekspor RI ke seluruh negara pada Januari 2026. 

Adapun lima komoditas utama ekspor yang dilakukan Indonesia ke Iran yakni; Buah-buahan (US$9,13 juta), Lemak dan minyak hewani/nabati (US$2,14 juta), Kendaraan dan bagiannya (US$2,03 juta), Sabun dan preparat Pembersih (US$1,43 juta), dan Tembakau dan rokok (US$1,03 juta). 

Di sisi lain, Carmelita menilai belum ada indikasi penghentian produksi akibat kondisi tersebut. Namun, tekanan biaya logistik tetap berpotensi meningkat, khususnya bagi sektor yang bergantung pada energi impor seiring potensi kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Kami pelaku usaha tetap optimis bisa lewati gejolak ini meski saat ini kami lebih pada wait and see," jelasnya. 

Perundingan Tahap Kedua AS-Iran

Terbaru, AS dan Iran dikabarkan tengah mendiskusikan kemungkinan putaran baru negosiasi tatap muka untuk membahas gencatan senjata jangka panjang. Langkah ini diambil setelah pembicaraan sebelumnya di Islamabad yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance gagal membuahkan terobosan.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, target utamanya adalah menggelar pembicaraan baru sebelum masa gencatan senjata dua minggu, yang diumumkan pada 7 April lalu, berakhir pekan depan. Salah satu opsi yang muncul adalah kembali ke Islamabad untuk putaran kedua, meskipun beberapa lokasi alternatif lain juga mulai dibahas.

Pihak Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar resmi. Namun, CNN melaporkan pada Senin (13/4) bahwa para pejabat Gedung Putih sedang mendiskusikan kemungkinan pertemuan lanjutan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa upaya untuk menyelesaikan isu-isu krusial antara AS dan Iran masih terus berjalan.

Presiden Donald Trump memberikan sinyal keterbukaan untuk berdialog kembali pada Senin pagi, dengan mengeklaim bahwa pihak Iran telah menghubungi AS. Meski demikian, di saat yang sama, Trump tetap melanjutkan rencana blokade angkatan laut di Selat Hormuz sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap rezim di Teheran.

“Kami telah dihubungi pagi ini oleh orang-orang yang tepat, orang-orang yang berwenang, dan mereka ingin mengupayakan sebuah kesepakatan,” ujar Trump saat berada di Gedung Putih, tanpa merinci siapa saja yang terlibat dalam percakapan tersebut.

Selain Pakistan, pejabat dari Turki dan Mesir juga dikabarkan ikut memainkan peran diplomasi untuk mengakhiri perang ini. Hal tersebut membuka kemungkinan bahwa pertemuan berikutnya bisa saja berlangsung di salah satu dari kedua negara tersebut.

Sebelumnya, Wapres JD Vance kembali tanpa hasil dari Islamabad akhir pekan lalu setelah negosiasi satu hari gagal mencapai kesepakatan. Trump dan Vance menuding kegagalan itu disebabkan oleh penolakan Iran untuk melepaskan ambisi nuklirnya.

Di sisi lain, Iran, yang membantah ingin membangun bom nuklir namun bersikeras memiliki hak untuk memperkaya uranium menyalahkan kegagalan tersebut pada apa yang disebut media pemerintah sebagai tuntutan AS yang "berlebihan."

(prc/ell)

No more pages