Sinyal Damai Hormuz Menguat, AS-Iran Dekati Kesepakatan Sementara
News
05 August 2026 07:30

Hadriana Lowenkron, Eric Martin dan Omar Tamo - Bloomberg News
Bloomberg, Prospek kesepakatan sementara yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz mulai menguat pada Selasa (4/8). Qatar mengatakan proposal telah disusun, sementara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama menyuarakan harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali jalur perairan penting tersebut.
Presiden AS Donald Trump membahas upaya meredakan ketegangan AS-Iran dengan Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani dalam percakapan telepon pada Selasa, menurut pemerintah Qatar. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi percakapan tersebut, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Harga minyak berbalik turun setelah sebelumnya menguat, sementara obligasi pemerintah AS menguat di tengah optimisme bahwa para mediator dapat menengahi kesepakatan dan mencegah gelombang baru serangan udara AS. Harga minyak mentah Brent anjlok untuk hari kedua berturut-turut karena meningkatnya peluang arus pelayaran kembali melalui Selat Hormuz. Harga ditutup turun lebih dari 5% hingga berada di bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga pekan.
Kesepakatan jangka pendek dapat membantu menormalkan pelayaran komersial di selat yang menjadi jalur penting bagi pasokan energi global tersebut, sekaligus mencegah pecahnya kembali pertempuran di Timur Tengah. Namun, sekalipun kesepakatan tercapai, hal itu belum tentu mengakhiri perang secara tuntas atau menyelesaikan kekhawatiran Trump terkait program nuklir Iran.































